Bangkit Usai Glaukoma, Hamdanil Asykar Tinggalkan Sinetron dan Terjun ke Bisnis Online

Abdullah M Surjaya
Artis Sinetron Hamdanil Asykar. Foto/iNews Bekasi

BEKASI, iNews.id - Wajah Hamdanil Asykar mungkin tak selalu terpampang sebagai pemeran utama, kehadirannya di layar kaca nyaris tak asing bagi pemirsa televisi. Ia dikenal sebagai “aktor polisi” di sinetron: sosok aparat tegas, hakim berwibawa, hingga tokoh masyarakat karismatik.

Kini, suara sirene lokasi syuting tak lagi ia dengar setiap hari. Sebuah diagnosis kesehatan mengubah arah hidupnya secara drastis.

Hamdanil, atau yang akrab disapa Pak Danil, didiagnosis menderita glaukoma pada mata kiri, penyakit yang menyerang saraf optik akibat tekanan bola mata tinggi dan berisiko menyebabkan kebutaan permanen jika terlambat ditangani.

Ia pun menjalani operasi demi menyelamatkan penglihatannya. Keputusan itu sekaligus menjadi titik balik kariernya. Dunia syuting yang penuh lampu sorot, jam kerja panjang, dan mobilitas tinggi kini tak lagi ramah bagi kondisinya.

Aktor yang pernah tampil nyaris setiap hari itu memilih vakum, menukar panggung kamera dengan ruang pemulihan. Selama bertahun-tahun, Hamdanil dikenal sebagai aktor pendukung yang produktif.

Ia membintangi ratusan episode sinetron dan film televisi, kerap dipercaya memerankan aparat penegak hukum berkat postur tegas dan pembawaan yang meyakinkan. Tak hanya polisi, ia juga pernah tampil sebagai hakim, petugas KPK, ustaz, lurah, hingga tokoh masyarakat fleksibilitas yang membuatnya bertahan lama di industri hiburan yang kompetitif.

Namun, gangguan penglihatan membuatnya harus menimbang ulang prioritas hidup. “Kesehatan tidak bisa ditawar,” demikian prinsip yang ia pegang. Pascaoperasi, kondisinya berangsur stabil, meski tetap membutuhkan kontrol rutin dan pembatasan aktivitas.

Alih-alih berhenti berkarya, Hamdanil memilih beradaptasi. Ia kini fokus menjalankan usaha online, memanfaatkan media sosial dan marketplace untuk menjual berbagai produk dan jasa.

Dari rumah, ia membangun sumber penghasilan baru, sekaligus belajar strategi pemasaran digital, membuat konten promosi, dan menjalin komunikasi dengan pelanggan. Langkah itu bukan tanpa tantangan. Persaingan dunia digital ketat, algoritma berubah, dan pasar menuntut konsistensi.

Namun, bagi Hamdanil, ini adalah babak baru perjuangan lain setelah bertahun-tahun berjuang mendapatkan peran di dunia akting.

Di tengah keterbatasan fisik, semangatnya tak padam. Ia mengaku bersyukur atas dukungan keluarga dan rekan sesama artis, serta pengalaman panjang di dunia hiburan yang membentuk mental dan disiplin kerjanya.

Ia juga mengajak masyarakat lebih peduli pada kesehatan mata, mengingat glaukoma sering datang tanpa gejala berarti pada tahap awal.

Hamdanil tak sepenuhnya menutup pintu kembali ke layar kaca. Kerinduan pada lokasi syuting, kru, dan proses kreatif masih ada. Namun, untuk saat ini, kesehatan dan stabilitas usaha menjadi prioritas utama.

Dari layar televisi ke layar ponsel untuk berjualan online, perjalanan Hamdanil Asykar mencerminkan pelajaran sederhana: karier bisa berubah, panggung bisa berganti, tetapi kemampuan beradaptasi kunci bertahan. Dalam setiap akhir babak, selalu ada peluang membuka cerita baru.

Editor : Abdullah M Surjaya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network