BEKASI, iNewsBekasi.id – Banyak umat Islam memperingati Nuzulul Quran pada 17 Ramadan setiap tahunnya. Namun muncul pertanyaan yang sering dibahas dalam kajian keislaman: apakah benar peristiwa turunnya Al-Qur’an terjadi tepat pada tanggal tersebut?
Pertanyaan ini menarik karena dalam Surat Al-Qadr disebutkan bahwa Al-Qur’an diturunkan pada malam Lailatul Qadar, yang diyakini berada pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan. Hal ini juga diperkuat oleh sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam yang menyebutkan bahwa Lailatul Qadar terjadi pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
Di sisi lain, tradisi umat Islam di Indonesia dan berbagai negara memperingati Nuzulul Quran pada tanggal 17 Ramadan.
Penjelasan Ulama tentang Cara Turunnya Al-Qur’an
Ahmad Zarkasih, Lc dalam bukunya “Meraih Lailatul Qadar, Haruskah I’tikaf?” menjelaskan bahwa para ulama membahas metode turunnya Al-Qur’an dengan istilah kaifiyah al-tanzil.
Dalam kitab al-Burhan fi ‘Ulum al-Qur’an, Imam Badruddin al-Zarkasyi menyebutkan terdapat tiga pendapat ulama mengenai cara turunnya Al-Qur’an.
1. Turun Sekaligus ke Langit Dunia, Lalu Berangsur kepada Nabi
Pendapat pertama menyatakan bahwa Al-Qur’an diturunkan sekaligus pada malam Lailatul Qadar dari Lauh Mahfudz ke Baitul Izzah (langit dunia).
Setelah itu, Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur melalui Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW selama sekitar 20 hingga 23 tahun, dimulai dengan lima ayat pertama Surat Al-Alaq.
2. Turun Bertahap ke Langit Dunia Selama 23 Tahun
Pendapat kedua menyebutkan bahwa Al-Qur’an turun secara bertahap ke Baitul Izzah selama 20 atau 23 malam Lailatul Qadar.
Setelah seluruhnya terkumpul di langit dunia, Malaikat Jibril kemudian menurunkannya secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW selama masa kenabian.
3. Turun Langsung kepada Nabi secara Bertahap
Pendapat ketiga menyatakan bahwa Al-Qur’an langsung diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW secara berangsur-angsur selama lebih dari 20 tahun, dimulai pada malam Lailatul Qadar.
Dari ketiga pandangan tersebut, mayoritas ulama (jumhur ulama) cenderung mengikuti pendapat pertama.
Menurut pendapat ini, Al-Qur’an diturunkan sekaligus ke langit dunia pada malam Lailatul Qadar, kemudian diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW selama masa kenabian.
“Banyak para ulama yang mengatakan bahwa pendapat inilah yang setidaknya bisa diterima dengan bantahan yang minim,” ujar Ahmad Zarkasih.
Pendapat tersebut juga didasarkan pada riwayat dari Ibnu Abbas yang diriwayatkan oleh Imam Hakim dalam kitab Mustadrak dengan sanad sahih.
Ibnu Abbas menjelaskan bahwa Al-Qur’an turun sekaligus ke langit dunia pada malam Lailatul Qadar, lalu diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW selama sekitar 20 tahun.
Salah satu ayat yang menjadi dasar penjelasan tersebut adalah:
وَلَا يَأْتُونَكَ بِمَثَلٍ إِلَّا جِئْنَاكَ بِالْحَقِّ وَأَحْسَنَ تَفْسِيرًا
“Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil, melainkan Kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya.” (QS Al-Furqan: 33)
Selain itu, Allah SWT juga berfirman:
وَقُرْآنًا فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَىٰ مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنْزِيلًا
“Dan Al-Qur'an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian.” (QS Al-Isra: 106)
Dalil Al-Qur’an tentang Turunnya pada Bulan Ramadan
Beberapa ayat Al-Qur’an juga menjelaskan bahwa kitab suci umat Islam tersebut diturunkan pada bulan Ramadan.
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ
“Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.” (QS Al-Baqarah: 185)
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam kemuliaan.” (QS Al-Qadr: 1)
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ
“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi.” (QS Ad-Dukhan: 3)
Para ulama tafsir menjelaskan bahwa “malam yang diberkahi” dalam ayat tersebut merujuk pada malam Lailatul Qadar di bulan Ramadan.
Keistimewaan Al-Qur’an: Turun Bertahap
Setelah diturunkan secara lengkap dari Lauh Mahfudz ke Baitul Izzah, Al-Qur’an kemudian diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW selama sekitar 23 tahun.
Sebagian ulama menyebutkan bahwa periode tersebut terdiri dari 13 tahun di Mekkah dan 10 tahun di Madinah.
Menurut Ahmad Zarkasih, metode turunnya Al-Qur’an ini menjadi salah satu keistimewaan kitab suci umat Islam.
Kitab-kitab samawi sebelumnya seperti Taurat, Injil, dan Zabur diturunkan sekaligus, sedangkan Al-Qur’an diturunkan secara bertahap untuk menguatkan hati Nabi Muhammad SAW dan memudahkan umat memahami ajaran Islam.
Allah SWT berfirman:
وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ الْقُرْآنُ جُمْلَةً وَاحِدَةً
“Berkatalah orang-orang kafir: Mengapa Al-Qur'an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?” (QS Al-Furqan: 32)
Ayat tersebut menjelaskan bahwa turunnya Al-Qur’an secara bertahap memiliki hikmah agar wahyu dapat dipahami dan diamalkan secara perlahan oleh umat manusia.
Editor : Wahab Firmansyah
Artikel Terkait
