BEKASI, iNewsBekasi.id - Pemerintah memastikan sektor pendidikan tidak terdampak kebijakan penghematan yang dipicu situasi geopolitik global, termasuk konflik di Timur Tengah. Kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berlangsung secara langsung seperti biasa.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa seluruh jenjang pendidikan dasar hingga menengah tetap menjalankan sistem pembelajaran tatap muka penuh selama lima hari dalam sepekan.
"Sektor pendidikan tetap melakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka, yaitu luring secara normal seluruh jenjang pendidikan dasar hingga menengah, 5 hari dalam seminggu," kata Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, Selasa (31/3/2026).
Airlangga menyebut, pembatasan juga tak dilakukan dalam kegiatan olahraga prestasi dan ekstrakurikuler lainnya.
Sementara untuk pendidikan tinggi, khususnya mahasiswa semester 4, akan disesuaikan kegiatannya. Nantinya, hal ini akan diatur dalam Surat Edaran Mendiktisaintek.
"Untuk pendidikan tinggi semester 4 ke atas menyesuaikan dengan surat edaran dari Mendiktisaintek," ujar dia.
Sebagai informasi, pemerintah juga telah menetapkan skema bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi para ASN setiap hari Jumat.
Skema ini mulai berlaku pada April 2026. Evaluasi akan dilakukan setiap dua bulan.
Editor : Tedy Ahmad
Artikel Terkait
