BEKASI, iNewsBekasi.id - Desi Budianti (50), salah satu korban selamat dalam tragedi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam, menceritakan detik-detik mengerikan saat rangkaian Commuter Line yang ditumpanginya dihantam KA Argo Bromo Anggrek.
Saat itu, Desi tengah dalam perjalanan pulang menuju Cikarang. Kereta yang ia tumpangi sempat tertahan cukup lama di Stasiun Bekasi Timur karena adanya informasi kecelakaan kendaraan di jalur lain.
Keadaan tenang berubah menjadi horor saat KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah Jakarta tiba-tiba menghantam bagian belakang rangkaian KRL.
Desi yang berada di Gerbong 5 menggambarkan kerasnya benturan tersebut hingga membuat para penumpang, termasuk dirinya, terpental dari tempat duduk meski posisi gerbongnya cukup jauh dari pusat tabrakan di Gerbong 12 yang ringsek parah.
Dalam suasana yang kacau, para penumpang segera berusaha menyelamatkan diri dan keluar dari gerbong. Di tengah upaya pelarian tersebut, Desi mengaku melihat pemandangan memilukan di sepanjang jalur evakuasi.
Ia menyaksikan banyak penumpang yang terhimpit di dalam rangkaian kereta yang hancur, bahkan beberapa di antaranya sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan luka-luka berat serta patah tulang. Hingga saat ini, trauma mendalam masih dirasakan para penyintas yang menyaksikan langsung kerasnya hantaman antar-kereta tersebut.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
