JAKARTA, iNewsBekasi.id – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan pentingnya profesionalisme, netralitas, dan integritas bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menghadapi tantangan pembangunan bangsa yang semakin kompleks.
Pesan tersebut disampaikan AHY saat memberikan kuliah umum Studium Generale bertajuk "Menyiapkan ASN Unggul untuk Menjawab Tantangan Pembangunan Bangsa" di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Kamis (18/6/2026).
Dalam paparannya, AHY mengingatkan para Praja IPDN bahwa Indonesia membutuhkan birokrasi yang kuat, profesional, dan mampu menjaga kepercayaan publik di tengah perubahan zaman yang berlangsung sangat cepat.
Menurutnya, integritas harus dibangun sejak masa pendidikan dan menjadi fondasi utama sepanjang perjalanan pengabdian sebagai aparatur negara. “Jaga netralitas, profesionalitas, dan integritas,” ujar AHY.
AHY menekankan bahwa ASN memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan pelayanan publik serta memastikan roda pemerintahan berjalan secara efektif dan profesional.
Karena itu, setiap aparatur negara harus menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan individu, kelompok, maupun kepentingan politik tertentu.
“Sebagai ASN, kesetiaan kita bukan kepada individu. Bukan kepada kelompok. Bukan kepada partai. Tetapi kepada bangsa, negara, dan konstitusi.”
Menurut AHY, prinsip tersebut merupakan fondasi penting dalam menjaga kualitas demokrasi yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia.
Ia menjelaskan, pergantian kepemimpinan merupakan bagian yang wajar dalam sistem demokrasi. Namun demikian, pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan tanpa terpengaruh dinamika politik yang terjadi.
AHY menegaskan bahwa birokrasi yang profesional menjadi salah satu syarat utama terciptanya demokrasi yang sehat.
ASN dituntut tetap objektif dan fokus menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat, terlepas dari perubahan kepemimpinan maupun dinamika politik yang terjadi.
“Demokrasi yang sehat membutuhkan birokrasi yang profesional.”
Lebih lanjut, AHY mengingatkan bahwa tantangan yang akan dihadapi ASN ke depan semakin kompleks. Mulai dari perkembangan teknologi, perubahan sosial, tantangan pembangunan nasional, hingga dinamika global yang terus berkembang.
Meski demikian, nilai-nilai dasar pengabdian tidak boleh luntur. Integritas, kejujuran, tanggung jawab, dan komitmen terhadap kepentingan masyarakat harus tetap menjadi pedoman utama dalam setiap pengambilan keputusan.
Menurut AHY, kemampuan teknis dan integritas merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam membentuk ASN yang berkualitas.
Kompetensi tinggi tanpa karakter yang kuat tidak akan cukup untuk membangun kepercayaan publik. Sebaliknya, integritas menjadi modal utama dalam menjaga kredibilitas institusi negara di mata masyarakat.
“Kita membutuhkan aparatur yang kompeten. Tetapi kita juga membutuhkan aparatur yang dapat dipercaya.”
Dalam kesempatan tersebut, AHY juga mengajak para Praja IPDN untuk mempersiapkan diri menjadi generasi pemimpin masa depan yang mampu menjaga nilai-nilai kebangsaan sekaligus menjawab berbagai tantangan pembangunan.
Menurutnya, Indonesia membutuhkan semakin banyak aparatur yang cerdas, adaptif, profesional, serta memiliki komitmen kuat terhadap kepentingan bangsa.
Menutup kuliah umumnya, AHY mengingatkan bahwa setiap jabatan pada hakikatnya merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat.
Karena itu, menjaga integritas bukan hanya kewajiban profesi, tetapi juga tanggung jawab moral sebagai abdi negara.
“Kepercayaan masyarakat adalah modal terbesar bagi pemerintahan. Dan kepercayaan itu hanya dapat dijaga oleh aparatur yang profesional, berintegritas, dan setia kepada bangsa serta konstitusi.”
Editor : Wahab Firmansyah
Artikel Terkait
