Emas Makin Diminati, Bisnis Pegadaian Kanwil Jakarta 1 Tumbuh 22,6 Persen

Abdullah M Surjaya
Pinwil Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 Dede Kurniawan. Foto/Ist

JAKARTA, iNews.id – Bisnis Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) VIII Jakarta 1 menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang 2026. Hingga semester I, pertumbuhan bisnis mencapai 22,6 persen, didukung meningkatnya minat masyarakat terhadap emas dan layanan pembiayaan.

Pinwil Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 Dede Kurniawan mengatakan kinerja perusahaan dalam beberapa tahun terakhir terus menunjukkan perkembangan. Hingga semester I 2026, laba yang dibukukan disebut mencapai sekitar Rp1,1 triliun.

“Alhamdulillah, kinerja Pegadaian 2024, 2025 dan 2026 terus menunjukkan perkembangan yang baik. Kenaikan harga emas menjadi salah satu faktor yang ikut mendorong pertumbuhan bisnis,” kata Dede dalam keterangan tertulisnya, Jumat (25/9/2026).

Wilayah kerja Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 mencakup sejumlah kawasan, mulai dari Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Bogor, Bekasi hingga wilayah sekitarnya.

Jumlah nasabah di wilayah tersebut juga telah mencapai sekitar 2,47 juta orang pada semester I 2026, baik nasabah pembiayaan maupun pengguna produk tabungan emas.

Kenaikan harga emas menjadi salah satu faktor yang ikut memengaruhi aktivitas bisnis Pegadaian. “Masyarakat tidak hanya membeli emas, tetapi juga memanfaatkannya sebagai instrumen tabungan dan jaminan pembiayaan,” ucapnya.

Pegadaian pun terus memperluas bisnis di luar layanan gadai. Produk yang ditawarkan kini mencakup tabungan emas, cicilan emas, pembiayaan modal kerja, pembiayaan kendaraan dengan jaminan BPKB, hingga pembiayaan kebutuhan haji dan umrah.

Untuk pembiayaan haji, masyarakat dapat memanfaatkan emas sebagai jaminan sesuai ketentuan yang berlaku. Skema tersebut ditujukan antara lain bagi masyarakat usia produktif yang ingin mempersiapkan keberangkatan haji sejak lebih awal.

Pengembangan ekosistem emas juga dilakukan melalui Galeri 24 yang menyediakan berbagai pilihan emas batangan. Layanan tersebut menjadi bagian dari rantai bisnis emas Pegadaian, mulai dari pengolahan hingga perdagangan dan distribusi.

Di sisi lain, Pegadaian mempercepat digitalisasi melalui aplikasi Pegadaian Digital. Masyarakat dapat melakukan transaksi emas secara lebih praktis, termasuk membeli dan menabung emas dengan nominal yang relatif terjangkau serta memantau saldo melalui ponsel.

Jumlah pengguna aplikasi Pegadaian Digital disebut telah mencapai sekitar 5,4 juta pengguna. Platform tersebut juga dikembangkan agar terhubung dengan ekosistem layanan perbankan sehingga akses masyarakat terhadap produk Pegadaian semakin luas.

Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 juga mendorong pengembangan empat lini utama dalam ekosistem emas, yakni tabungan emas, penitipan emas, pinjaman modal kerja berbasis emas, serta perdagangan emas batangan.

“Skema tersebut diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan masyarakat untuk menyimpan emas dengan kebutuhan pelaku usaha memperoleh pembiayaan,” paparnya.

Selain mengembangkan bisnis, Pegadaian menaruh perhatian pada literasi keuangan, terutama bagi generasi muda. Edukasi dilakukan melalui kampus dan komunitas dengan materi seputar perencanaan keuangan, investasi, pengelolaan utang hingga risiko pinjaman online ilegal.

“Kami tidak harus menunggu Oktober untuk melakukan literasi keuangan. Mulai Januari kami sudah masuk ke kampus-kampus untuk memberikan edukasi,” kata Ichvan Ramdhani, Deputi Bisnis Kantor Area Jatiwaringin.

Pegadaian juga menyediakan sejumlah produk pembiayaan untuk masyarakat dan pelaku usaha mikro.

Salah satunya KmGadai Peduli yang disebut menawarkan pinjaman hingga Rp2,5 juta dengan tenor 60 hari tanpa bunga, dengan nasabah membayar biaya administrasi sesuai ketentuan.

Tersedia pula pembiayaan mikro berbasis syariah tanpa agunan dengan plafon hingga Rp10 juta bagi nasabah yang memenuhi persyaratan.

Dalam menjalankan bisnis di masing-masing wilayah, Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 didukung jajaran deputi bisnis area, yakni Ade Yayat di Area Senen, Ichvan Ramdhani di Area Jatiwaringin, Rahman Susilo di Area Bogor, A.V. Dedy Nugroho di Area Kramatjati, serta Kusnadi di Area Bekasi.

Penguatan akses pembiayaan, pengembangan bisnis emas dan pendampingan nasabah menjadi bagian dari aktivitas di setiap area. Ke depan, Pegadaian menargetkan ekosistem emas terus berkembang sehingga tidak sebatas transaksi jual beli atau gadai.

Perusahaan ingin menghubungkan masyarakat, pelaku usaha, investor dan institusi melalui berbagai produk berbasis emas sekaligus memperluas inklusi keuangan digital.

Editor : Abdullah M Surjaya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network