JAKARTA, iNewsBekasi.id – Penyanyi Mahardhika Jodie atau yang akrab disapa MJ menyuarakan keresahan anak muda dalam fase pencarian identitas melalui lagu Be Myself.
Lagu bergenre Pop/R&B dengan sentuhan nuansa 90-an ini menjadi karya emosional MJ dalam musikalitas, di mana penyanyi 21 tahun itu menghadirkan musik dengan pendekatan storytelling yang intim yang dekat dengan pengalaman generasi muda.
Bermula dari kebiasaan MJ yang menuangkan curahan hatinya melalui tulisan, baik melalui buku, ponsel maupun aplikasi notes. Kebiasaan itu, kemudian menjadi inspirasi MJ untuk mengubah kumpulan tulisan pribadinya menjadi sebuah karya musik yang dapat dinikmati sekaligus mewakili perasaan banyak orang.
“Dari dulu, aku memang suka banget curhat, tapi enggak ke orang, lebih ke nulis di buku, di HP atau ya pokoknya di notes gitu, rata-rata. Akhirnya aku memutuskan kayaknya tulisanku juga oke deh kalau dibikin lagu,” kata MJ.
Dari tulisan-tulisan tersebut, MJ dibantu produser mengolah dan menyusun kembali berbagai ungkapan perasaan menjadi lirik yang utuh. Proses ini menjadi bagian penting dalam membangun karakter Be Myself sebagai lagu yang berangkat dari pengalaman nyata.
"Proses pengerjaannya sekira tiga sampai empat bulan. Aku nulis-nulis, kemudian jadi lirik. Tapi, untuk bikin lagunya sih sebentar, semingguan," tutur MJ.
Secara tematik, Be Myself menceritakan kebingungan seseorang ketika harus menjalani kehidupan tanpa
bergantung pada orang lain. Perjalanan tersebut tidak selalu mudah, tetapi perlahan membuka jalan untuk menemukan kemandirian dan mengenali diri sendiri.
“Kalau ini tentang bagaimana seseorang itu kebingungan, gimana sih bisa hidup tanpa orang lain? Dan akhirnya mendapatkan jalannya untuk bisa berdiri di kaki sendiri,” ujar MJ.
MJ tidak menampik bahwa cerita dalam lagu debutnya memiliki keterkaitan erat dengan pengalaman pribadinya. Namun, ia berharap pesan yang disampaikan tidak berhenti sebagai kisah personal, melainkan juga dapat mewakili pendengar yang pernah kehilangan sosok penting atau support system dalam hidup mereka.
Melalui lagu ini, MJ ingin menyuarakan keresahan generasi muda yang sedang berada dalam fase pencarian identitas. Mulai dari mempertanyakan siapa diri mereka sebenarnya, memahami keinginan pribadi, hingga menemukan keberanian untuk menentukan jalan hidup sendiri.
MJ mengaku ingin memastikan setiap bagian lirik memiliki makna yang kuat, mendalam, tetapi tetap mudah dipahami dan terasa dekat dengan pengalaman pendengar. Ia pun mengumpulkan sejumlah tulisan lama sebelum mengolahnya bersama produser menjadi sebuah lagu yang memiliki alur cerita utuh.
“Karena aku memikirkan lirik yang benar-benar kuat, dalam, dan juga harus relate. Jadi, menurut aku proses yang lama itu sangat worth it,” ucap dia.
Be Myself menjadi langkah awal MJ dalam memperkenalkan identitas artistiknya kepada publik. Ia berencana merilis tiga hingga empat single terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan musiknya melalui sebuah mini album.
Dalam karya-karya mendatang, MJ juga ingin mengeksplorasi suasana dan genre musik yang lebih beragam. Jika Be Myself membawa nuansa personal dan emosional, ia membuka peluang menghadirkan lagu dengan atmosfer yang lebih ceria.
Editor : Tedy Ahmad
Artikel Terkait
