Prabowo Singgung Bahaya Pemimpin Pintar Berhati Jahat: Bencana

Jonatahan Simanjuntak
Presiden Prabowo mengungkap korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan jadi ancaman serius masa depan bangsa. Foto: Istimewa

BEKASI, iNewsBekasi.id - Presiden Prabowo Subianto mengungkap soal korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan menjadi ancaman serius bagi masa depan bangsa. Presiden pun mengingatkan pentingnya mencetak pemimpin unggul yang tidak hanya cerdas, juga memiliki hati dan karakter yang baik. Hal itu diungkap saat meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, Jumat (30/10/2026). 

Prabowo menilai perilaku korupsi, penyelewengan hingga penyalahgunaan wewenang dapat menjadi awal kehancuran sebuah negara.

"Korupsi, penyelewengan, penyalahgunaan wewenang sesungguhnya adalah awal kehancuran bangsa," ujar Prabowo.

Mantan Menteri Pertahanan itu mengatakan, keberhasilan suatu bangsa tidak terlepas dari kualitas pemimpinnya. Karena itu, proses seleksi calon pemimpin harus dilakukan secara baik dengan mempertimbangkan kecerdasan, kesehatan fisik serta kualitas jiwa dan hati.

Prabowo mengingatkan, kecerdasan intelektual saja tidak cukup untuk menjadi seorang pemimpin. Seseorang yang pintar tetapi memiliki niat buruk justru berpotensi membawa penderitaan dan ketidakadilan bagi masyarakat.

"Pemimpin yang unggul harus diseleksi yang baik. Seleksi yang baik, unggul, tidak unggul hanya otaknya. Unggul badannya. Unggul jiwanya. Unggul hatinya. Saudara-saudara orang pintar tapi hatinya jahat sangat berbahaya. Yang terjadi adalah penderitaan, ketidakadilan, bencana," ujar Prabowo.

Dia menjelaskan, SMA Taruna Nusantara dibentuk sebagai salah satu upaya menyiapkan calon pemimpin masa depan. Sekolah tersebut diharapkan dapat menjaring anak-anak berprestasi dari berbagai latar belakang keluarga tanpa membedakan asal-usul mereka.

Prabowo mengibaratkan proses pencarian dan pembinaan calon pemimpin unggul seperti persiapan atlet yang akan mengikuti olimpiade. Menurutnya, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia berkualitas di berbagai bidang untuk bersaing dan membawa kemajuan bangsa.

"Ini ibarat kita mau berhasil sebagai bangsa, kita perlu insinyur yang hebat, kita perlu ilmuwan yang hebat, kita perlu dokter-dokter yang hebat, kita perlu ahli-ahli biologi yang hebat, kita perlu penemu-penemu teknologi yang hebat. Dari mana? Kita tidak bisa nunggu seolah-olah bibit- bibit itu akan jatuh dari pohon," ucapnya.

Editor : Tedy Ahmad

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network