JAKARTA, iNewsBekasi.id - Persaingan industri perdagangan digital atau e-commerce di Indonesia semakin kompetitif. Di tengah perkembangan teknologi dan ekspansi pasar, kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu faktor penting yang menentukan daya saing dan keberlangsungan bisnis.
Selain teknologi dan perluasan pasar, produktivitas, kesejahteraan, serta budaya kerja jadi faktor menentukan keberlanjutan bisnis dan kualitas layanan kepada konsumen.
Tantangan tersebut mendorong perusahaan untuk tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga membangun lingkungan kerja yang mampu mempertahankan dan mengembangkan talenta. Apalagi, persaingan industri e-commerce menuntut tenaga kerja yang adaptif, kompeten, dan mampu berkolaborasi menghadapi perubahan pasar.
Salah satu perusahaan yang menempatkan pengembangan SDM sebagai bagian dari strategi bisnis adalah AHA Commerce. Penyedia layanan pengelolaan e-commerce terintegrasi asal Indonesia ini untuk pertama kalinya meraih Great Place To Work Certification, pengakuan global terhadap kualitas budaya dan pengalaman kerja karyawan.
Pencapaian ini menjadi momentum tersendiri bagi perusahaan yang memasuki tahun ke-15 sejak berdiri pada 2011. Berdasarkan survei Trust Index pada 12-18 Oktober 2026 terhadap 199 karyawan, termasuk tenaga kerja tetap dan freelance, sebanyak 82% responden memberikan penilaian positif terhadap pengalaman mereka bekerja di perusahaan tersebut.
Chief Executive Officer AHA Commerce Stephen Lawrence mengatakan sertifikasi itu memiliki arti penting karena mencerminkan penilaian langsung dari karyawan, bukan semata-mata pengakuan dari pihak eksternal.
"Bagi kami, sertifikasi ini bukan sekadar pengakuan eksternal, tetapi cerminan dari suara AHA Heroes. Selama 15 tahun, pertumbuhan AHA dibangun melalui kontribusi dan kerja sama seluruh tim," kata Stephen, Jumat (6/11/2026).
Dia menambahkan perusahaan ingin memastikan setiap karyawan memiliki kesempatan berkembang, merasa menjadi bagian dari perjalanan bisnis, serta mampu memberikan kontribusi terbaik.
Hasil survei menunjukkan sejumlah indikator lingkungan kerja memperoleh penilaian positif. Sebanyak 93% responden merasa disambut dengan hangat saat bergabung dan memperoleh fasilitas serta peralatan yang dibutuhkan untuk bekerja.
Sementara, 92% karyawan mengaku bangga terhadap pencapaian bersama dan menilai manajemen memiliki visi jelas mengenai arah perusahaan. Sebanyak 91% responden juga menilai setiap orang diperlakukan secara adil tanpa memandang ras.
Nilai tersebut melampaui ambang batas minimum sertifikasi Great Place To Work sebesar 65%. Sertifikasi yang berlaku untuk periode Oktober 2026 hingga Oktober 2027 itu menjadi salah satu tolok ukur perusahaan dalam mengevaluasi pengalaman karyawan.
Untuk mendukung lingkungan kerja positif, perusahaan mengembangkan berbagai program apresiasi, kesejahteraan, dan peningkatan kompetensi. Salah satunya AHA Poin, program penghargaan yang memungkinkan karyawan mengumpulkan poin berdasarkan kontribusi dan menukarkannya dengan berbagai hadiah, termasuk perangkat elektronik, menginap di hotel bintang lima, hingga perjalanan ibadah umrah.
Perusahaan juga menyediakan kenaikan gaji tahunan berbasis performa dan program AHA Travel berupa perjalanan ke luar negeri bagi karyawan dengan kontribusi terbaik.
Dari sisi kesejahteraan, terdapat program kebugaran bersama Celebrity Fitness dan AHA Care Fund, yakni bantuan dana kesehatan bagi karyawan yang membutuhkan perawatan atau pengobatan. Pengembangan kompetensi juga dilakukan melalui pelatihan yang dikelola tim People Development serta penghargaan rutin Hero of the Month dan Freelance of the Month.
Chief Business Officer AHA Commerce Andre Chouw mengatakan kualitas lingkungan kerja memiliki hubungan erat dengan kualitas layanan kepada mitra bisnis.
"Kepercayaan brand partner kepada AHA berawal dari tim solid. Ketika karyawan merasa dihargai, didukung, dan memiliki kebanggaan terhadap pekerjaannya, mereka akan lebih terdorong memberikan layanan terbaik bagi setiap brand yang kami kelola," kata Andre.
Saat ini, AHA Commerce mengelola lebih dari 280 merek dan memperluas jangkauan bisnis ke Thailand sebagai pasar regional pertamanya. Ekspansi ini membutuhkan dukungan SDM yang mampu mengikuti dinamika industri perdagangan digital sekaligus menjaga kualitas operasional.
Perusahaan pun berencana menjadikan sertifikasi tersebut sebagai momentum memperkuat evaluasi lingkungan kerja, pengembangan talenta, dan budaya apresiasi. Langkah itu mencerminkan semakin pentingnya pengelolaan SDM sebagai bagian dari strategi perusahaan dalam menjaga pertumbuhan bisnis di tengah persaingan ekonomi digital.
Editor : Tedy Ahmad
Artikel Terkait
