Janjian Tawuran, Seorang Pelajar SMK di Sukabumi Tewas

Dharmawan Hadi
.
Kamis, 12 Agustus 2021 | 23:06 WIB
Ilustrasi tawuran (Foto: iNewsjabar)

BEKASI, iNews.id - Dua kelompok pelajar terlibat tawuran memakai senjata tajam. Akibatnya, seorang pelajar berinisial ASP (15), tewas terkena sabetan.

Peristiwa terjadi di Jalan Raya Cimuncang, depan Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Sukaraja, Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, Senin (8/8/2021) sekitar pukul 15.00 WIB.

Pasca kejadian itu polisi menangkap lima pelajar terduga pengeroyokan. Mereka ditangkap pada Rabu malam (11/8/2021) dan Kamis (12/8/2021) dini hari.

Korban berinisial (ASP) merupakan pelajar salah satu sekolah menengah kejuruan di Sukalarang. Meninggal dunia, Kamis (12/8/2021) dini hari di Rumah SakitUmum Hermina Sukabumi.

ASP adalah warga Desa Selawangi, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi

Kapolsek Sukaraja, Kompol Supardi mengatakan, tiga terduga pelaku ditangkap pada Rabu malam dan dua lainnya pada Kamis dini hari.

Kelima terduga pelaku adalah pelajar salah sau sekolah menengah kejuruan di Sukaraja. Mereka diantaranya IM (16), PJK (16), YSA (17), dan GM (17).

"Tiga terduga pelaku merupakan junior sekaligus eksekutor pengeroyokan, yakni IM, PJK, dan N. Mereka diamankan pada Rabu malam. Sedangkan dua lainnya, YSA dan GM merupakan senior yang memerintahkan atau menyuruh, ditangkap pada Kamis dini hari," ujar Kapolsek Sukaraja.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polsek Sukabumi, Iptu Astuti Setyaningsi dalam keterangan tertulis menyatakan pada Senin (9/8/2021), korban ASP membonceng temannya yang berinisial MRM menuju tempat kejadian perkara.

Ternyata antara korban dengan pelaku sudah janjian untuk tawuran. Sedangkan teman korban, MRM, diminta menunggu dekat sepeda motor yang diparkir.

"Korban langsung ditendang oleh IM, hingga terjatuh. Dalam posisi terjatuh, korban dibacok dengan celurit oleh terduga pelaku PJK dan mengenai bagian dahi. Korban juga dibacok oleh N, mengenai tangan kanan," ujar Astuti.

Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Hermina Sukabumi guna mendapat perawatan.

Wakil Direktur Medis Rumah Sakit Umum Hermina Sukabumi Hendy Kurniawan mengatakan korban datang pada Senin 9 Agustus 2021 sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu, korban mengaku mengalami kecelakaan.

"Saat itu pun langsung kami operasi dan tindakan medis lain, tetapi (korban) tidak bertahan. Tadi dini hari (Kamis) meninggal dunia dan dipulangkan ke rumahnya," ucap Hendy.

Editor : Eka Dian Syahputra

Follow Berita iNews Bekasi di Google News

Bagikan Artikel Ini