Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : PLN Salurkan 100 MVA untuk Data Center PDG di Cikarang, Perkuat Ekosistem Digital Jawa Barat
Advertisement . Scroll to see content

Polri Bongkar Jaringan Internasional Pengolahan Timah Ilegal, Warga Korsel Ditangkap di Bekasi

Jum'at, 07 Februari 2025 | 07:49 WIB
  • author Riana Rizkia
Polri Bongkar Jaringan Internasional Pengolahan Timah Ilegal, Warga Korsel Ditangkap di Bekasi
Polri berhasil menggagalkan pengolahan timah ilegal sebanyak 5,81 ton di Bekasi, Jawa Barat. Foto/MPI

BEKASI, iNewsBekasi.id - Polri berhasil menggagalkan pengolahan timah ilegal sebanyak 5,81 ton di Bekasi, Jawa Barat. Lokasi pengolahan ini terindikasi merupakan bagian dari jaringan internasional. 

Dalam penggerebekan tersebut, polisi menangkap kepala pengoperasional, seorang warga Korea Selatan berinisial J, yang sedang mempersiapkan pengiriman 207 batang timah ke negaranya sebelum ditangkap.

"Ada indikasi ke sana (jaringan internasional), tapi perlu kita buktikan lagi," kata Kasubdit Gakkum Ditpolair Baharkam Polri Kombes Donny Charles Go, Jumat (7/2/2025).

Pengolahan timah ilegal ini ditemukan di gudang milik CV Galena Alam Raya Utama (GARU), sebuah perusahaan tambang timah yang sudah beroperasi sejak 2023. Selain warga Korsel, Direktur perusahaan, berinisial AF juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Polri kini tengah mengejar pelaku yang mengirimkan bahan baku timah ilegal dari Bangka Belitung kepada para tersangka. Identitas pengirim sudah diketahui dan polisi berharap dapat mengungkap lebih banyak pihak dalam waktu dekat.

"Maka itu, kami butuh waktu, mudah-mudahan dalam waktu cepat kami bisa mengungkap," katanya.

Akibat pengolahan timah ilegal ini, negara diperkirakan mengalami kerugian hingga mencapai Rp10,038 miliar.

Editor: Abdullah M Surjaya

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut