Detik-Detik Kebakaran Terra Drone Kemayoran: 22 Tewas, Saksi Ungkap Ledakan Baterai Drone!
JAKARTA, iNewsBekasi.id- Kebakaran hebat melanda Gedung Terra Drone di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (9/12/2025) siang dan menelan 22 korban jiwa. Peristiwa tragis ini membuat sejumlah orang sempat terjebak di lantai atas sebelum akhirnya menyelamatkan diri menggunakan tangga darurat rakitan warga.
Salah seorang saksi mata, Wulan (14), menceritakan bahwa kebakaran diduga bermula dari lantai bawah gedung. Ia menduga pemicunya adalah ledakan baterai drone yang kemudian menyambar instalasi listrik.
“Awalnya ada yang teriak-teriak bilang ruko kebakaran. Terus ada ledakan dari baterai drone, habis itu nyamber ke listrik,” ujar Wulan.
Ia menambahkan bahwa suara ledakan hanya terdengar satu kali.
"Sekali doang (ledakan) bum! Gitu doang. Iya langsung asep kebakaran di sini," tambahnya.
Setelah ledakan tersebut, asap hitam pekat dengan cepat memenuhi bangunan. Orang-orang di lantai atas terlihat panik hingga berteriak meminta pertolongan.
“Asepnya udah item banget, kena ke muka mereka. Ada yang minta tolong, ‘Tolong, tangga, oper tangga!’,” kata Wulan.
Situasi makin mencekam ketika satu korban hampir nekat melompat dari lantai atas karena terjebak asap.
“Tadi ada yang mau lompat, tapi diteriakin sama yang di bawah. Saya juga teriakin, ‘Jangan, jangan!’,” ungkapnya.
Menurut Wulan, sekitar 20 orang berada di lantai atas saat kejadian. Karena petugas pemadam kebakaran belum tiba, mereka berusaha menyelamatkan diri dengan cara mandiri.
“Mereka nyusun tangga, disambung pakai tali, diiket. Terus diturunin pelan-pelan, satu-satu pada turun,” jelasnya.
Wulan menyebut para korban turun melalui pagar lantai paling atas. Sebagian berhasil selamat meski tampak lemas karena paparan asap.
“Turunnya lemes-lemes. Ada satu perempuan yang udah lemes banget, kayak asmanya kambuh. Tapi akhirnya mereka berhasil turun semua,” ucapnya.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, menyampaikan bahwa total 22 korban meninggal dunia, terdiri dari 7 laki-laki dan 15 perempuan. Hingga kini proses penyelidikan penyebab pasti kebakaran masih terus dilakukan.
Editor : Wahab Firmansyah