PLN Cikarang Ingatkan Risiko Korsleting saat Ramadan, Ini Tips Aman untuk Warga Bekasi
BEKASI, iNewsBekasi.id– Dalam rangka memastikan ibadah Ramadan berjalan aman dan nyaman, PT PLN UP3 Cikarang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dalam penggunaan listrik selama bulan suci. Imbauan ini disampaikan menyusul perubahan pola konsumsi listrik yang cenderung meningkat sejak waktu sahur hingga ibadah malam hari.
Manager PLN UP3 Cikarang, Wiedhyarno Arief Wicaksono, mengatakan selama Ramadan terjadi lonjakan beban listrik pada waktu-waktu tertentu seperti sahur, berbuka puasa, dan tarawih.
“Aktivitas memasak, penggunaan peralatan elektronik secara bersamaan, hingga tambahan penerangan dan pendingin ruangan di malam hari dapat meningkatkan beban listrik. Jika tidak digunakan dengan bijak dan sesuai kapasitas daya terpasang, kondisi ini berpotensi menimbulkan risiko korsleting maupun gangguan kelistrikan,” ujar Wiedhyarno dalam keterangannya pada Kamis (26/2/2026).
PLN Cikarang mengingatkan masyarakat untuk memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman, terutama saat ditinggalkan untuk melaksanakan salat tarawih. Pelanggan diimbau mencabut peralatan listrik yang tidak digunakan serta tidak menumpuk colokan pada satu titik stop kontak.
Selain itu, penggunaan peralatan listrik harus bersertifikat dan laik operasi (SNI/SLO) guna meminimalkan risiko gangguan.
“Kami juga mengingatkan agar tidak melakukan sambungan liar dari tiang listrik dan menggunakan listrik sesuai daya yang terpasang. Untuk rumah ibadah seperti masjid yang menggunakan speaker, kipas angin, atau perangkat tambahan secara bersamaan, pastikan kapasitas dayanya mencukupi,” tambahnya.
Polres Metro Bekasi turut mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap potensi kebakaran akibat kelalaian penggunaan listrik. Warga diminta memastikan instalasi dalam kondisi baik dan segera melaporkan jika menemukan potensi bahaya di lingkungan sekitar.
Sementara itu, General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, menegaskan PLN tidak hanya menjamin keandalan pasokan listrik selama Ramadan, tetapi juga terus mengedukasi masyarakat terkait keselamatan ketenagalistrikan.
“Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak masyarakat untuk segera melaporkan kendala kelistrikan maupun potensi bahaya melalui PLN Mobile. Dengan kolaborasi yang baik, kita dapat menjaga Ramadan tetap terang, aman, dan penuh keberkahan,” ungkapnya.
PLN Cikarang memastikan kesiapsiagaan petugas selama 24 jam guna menjaga keandalan listrik, sehingga aktivitas ibadah dan kebersamaan masyarakat di wilayah Bekasi dan Cikarang dapat berlangsung tanpa gangguan.
Editor : Wahab Firmansyah