Isu Reshuffle Kabinet Ramai Dibicarakan, Sekjen Demokrat: Hak Prerogatif Presiden
JAKARTA, iNewsBekasi.id - Isu perombakan kabinet atau reshuffle kembali mencuat ke publik dalam beberapa waktu terakhir. Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Herman Khaeron menanggapi isu tersebut.
Herman menyerahkan sepenuhnya keputusan reshuffle kepada Presiden Prabowo Subianto. Baginya, perombakan kabinet merupakan hak prerogatif kepala negara.
"Kalau masalah reshuffle kita serahkan kepada presiden ya, karena bagaimanapun seluruhnya itu adalah otoritas dan hak prerogatifnya presiden," kata Herman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Herman menegaskan, keputusan mencopot dan menunjuk para menteri merupakan urusan presiden. Dia percaya Prabowo akan memutuskan yang terbaik.
"Sehingga kita serahkan saja supaya juga beliau bisa bekerja dengan nyaman dan mampu untuk bisa melewati berbagai tantangan dalam pembangunan ini," kata dia.
"Dan pada akhirnya ke depan Pak Presiden bisa sukses memimpin negeri ini dan kesuksesannya dapat dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia," imbuhnya.
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya angkat bicara terkait isu perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih yang dikabarkan akan dilakukan bulan April 2026 ini. Dia meminta awak media menunggu kepastian tersebut.
“Tunggu aja,” kata Teddy di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Ketika ditegaskan apakah reshuffle tersebut akan dilakukan bulan ini, Teddy menyebut Presiden Prabowo Subianto yang akan memberikan penjelasan. “Nanti Bapak Presiden yang ceritakan,” ucap dia.
Editor : Tedy Ahmad