Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Perpres Ojol Resmi Terbit Hari Ini, Ini Aturan Tarif hingga Layanan Antar Makanan
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Pilu Korban Tewas Kecelakaan Bekasi, Istri Menangis: Suami Berjuang Demi Masa Depan Anak

Selasa, 30 Juni 2026 | 11:29 WIB
  • author Danandaya Arya Putra
Kisah Pilu Korban Tewas Kecelakaan Bekasi, Istri Menangis: Suami Berjuang Demi Masa Depan Anak
Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe bertemu dengan istri korban kecelakaan maut yang menangis histeris atas kepergian suaminya. (Foto: Danandaya Arya Putra)

BEKASI, iNewsBekasi.id – Suasana duka menyelimuti kamar jenazah RSUD Kota Bekasi setelah kecelakaan maut di Simpang Unisma, Bekasi Timur, yang menewaskan seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Sukanta pada Senin (29/6/2026). Tangis histeris sang istri pecah saat mengenang perjuangan suaminya yang bekerja tanpa kenal lelah demi menghidupi keluarga.

Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe turut menyambangi kamar jenazah dan bertemu langsung dengan keluarga korban. Di hadapan Harris, istri korban tak kuasa menahan kesedihan atas kepergian suaminya yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga.

Menurutnya, Sukanta merupakan sosok suami yang bertanggung jawab dan selalu mengutamakan kebutuhan istri serta anak-anaknya yang masih kecil.

"Dia tanggung jawab sama keluarga dengan ngojek pak," kata istri korban sambil menangis.

Ia mengungkapkan, sang suami kerap bekerja dari pagi hingga larut malam, bahkan sering tidak pulang ke rumah karena terus mencari penumpang demi memenuhi kebutuhan keluarga dan biaya pendidikan anak-anaknya.

"Dari pagi sampai malam buat anak sekolah, bapaknya ngojek dari pagi sampe malem sampe ga pulang pak, itu bapaknya jarang pulang," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe mengatakan pemerintah akan memberikan perhatian penuh kepada para korban kecelakaan, termasuk keluarga korban yang meninggal dunia.

Ia menjelaskan, Sukanta merupakan warga Jakarta yang berdomisili di Cikarang, Kabupaten Bekasi. Meski demikian, Pemerintah Kota Bekasi memastikan tidak ada perbedaan pelayanan berdasarkan domisili.

"Bagi kami tidak ada pembatasan soal KTP. Kami akan mengurus semaksimal mungkin. Insyaallah dari Jasa Raharja juga sudah hadir, begitu juga BPJS Ketenagakerjaan yang akan meng-cover seluruh biaya dan memberikan santunan kepada almarhum," ujar Harris kepada wartawan.

Harris mengungkapkan, kecelakaan maut di Simpang Unisma Bekasi Timur mengakibatkan 10 korban. Dari jumlah tersebut, satu orang meninggal dunia, sementara sembilan korban lainnya mengalami luka-luka.

Saat ini, para korban luka masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Kota Bekasi. Peristiwa tersebut menjadi perhatian masyarakat karena melibatkan sejumlah kendaraan di salah satu simpang padat lalu lintas di Kota Bekasi. Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan tersebut.
 

Editor: Wahab Firmansyah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut