Ribuan Pengunjung Serbu Sakura Matsuri 2026 di Jababeka, Festival Jepang Terbesar di Bekasi
BEKASI, iNewsBekasi.id – Festival budaya Jepang Sakura Matsuri 2026 sukses digelar di Hollywood Junction, Kota Jababeka, Cikarang, pada 25–26 Juli 2026. Selama dua hari pelaksanaan, acara hasil kolaborasi Jababeka dengan Komunitas Alumni Jepang Indonesia (KAJI) tersebut berhasil menarik puluhan ribu pengunjung dari berbagai daerah.
Mengusung konsep Little Japan in Indonesia, Sakura Matsuri menghadirkan perpaduan budaya, hiburan, kuliner, edukasi, hingga kolaborasi yang mempererat hubungan Indonesia dan Jepang.
Director PT Graha Buana Cikarang, Ivonne Anggraini, mengatakan Sakura Matsuri kembali menjadi salah satu festival budaya Jepang terbesar di Indonesia. Beragam kegiatan disuguhkan, mulai dari pertunjukan seni dan budaya Jepang, kompetisi cosplay, bazar kuliner Jepang dan Nusantara, area komunitas, workshop, talkshow mengenai peluang studi dan karier di Jepang, hingga penampilan spesial JKT48, DIA, serta komunitas budaya Jepang.
"Tahun ini, Sakura Matsuri 2026 hadir dengan konsep yang lebih komprehensif dengan memadukan unsur hiburan, edukasi, sosial, dan kesehatan," kata Ivonne dalam keterangannya, Rabu (29/7/2026).
Ivonne menilai tingginya antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa Sakura Matsuri telah menjelma sebagai salah satu festival budaya Jepang paling dinantikan di Indonesia.
Menurutnya, festival ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan Indonesia dan Jepang melalui budaya, pendidikan, pariwisata, serta kolaborasi ekonomi.
"Festival ini sekaligus menjadi bukti nyata implementasi deklarasi Kota Jababeka sebagai Kota Wisata Industri, dengan menghadirkan pengalaman Little Japan in Indonesia yang mengintegrasikan budaya, industri, dan gaya hidup dalam satu kawasan,” tuturnya.
Sementara itu, Chairman Komunitas Alumni Jepang Indonesia (KAJI), Fuad A. Kadir, mengatakan Sakura Matsuri merupakan wujud nyata dalam memperkuat hubungan masyarakat Indonesia dan Jepang melalui pendekatan budaya.
Menurutnya, festival ini kini berkembang menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan masyarakat kedua negara melalui seni, kuliner, pendidikan, dan berbagai kegiatan yang mempererat hubungan antarmasyarakat.
"Tahun ini kami menghadirkan lebih banyak program edukatif, mulai dari talkshow, workshop, hingga informasi mengenai peluang studi, magang, dan karier di Jepang. Kami berharap generasi muda Indonesia tidak hanya mengenal budaya Jepang, tetapi juga memperoleh inspirasi dan wawasan untuk mengembangkan kompetensi mereka di tingkat global," ujarnya.
Selain menjadi ajang pelestarian budaya Jepang, Sakura Matsuri 2026 juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal di Kabupaten Bekasi.
Kehadiran puluhan ribu pengunjung mendorong peningkatan aktivitas pelaku UMKM, tenant kuliner, sektor transportasi, perhotelan, hingga industri ekonomi kreatif. Festival ini sekaligus memperkuat posisi Kota Jababeka sebagai destinasi wisata industri dan budaya yang mampu menarik wisatawan dari berbagai wilayah.
Editor: Wahab Firmansyah