Sayembara Surat Santri untuk Presiden Dibuka, Pemenang Bisa Bertemu Prabowo
BEKASI, iNewsBekasi.id - Kementerian Agama (Kemenag) menggelar sayembara “Surat Santri untuk Presiden” sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri 2026. Kompetisi ini membuka kesempatan bagi santri di seluruh Indonesia untuk menyampaikan gagasan, harapan, hingga pandangan mengenai masa depan bangsa melalui sebuah surat.
Sayembara tersebut diselenggarakan Direktorat Jenderal Pesantren Kemenag RI. Selain menjadi ajang kompetisi menulis, kegiatan ini diarahkan sebagai ruang bagi santri untuk menyuarakan aspirasi mereka mengenai berbagai persoalan yang dihadapi bangsa.
Direktur Jenderal Pesantren Kemenag, Basnang Said, mengatakan santri memiliki posisi penting dalam perjalanan bangsa sekaligus mempunyai gagasan mengenai Indonesia di masa mendatang.
“Santri tidak hanya menjadi bagian dari sejarah bangsa, tetapi juga memiliki gagasan tentang Indonesia ke depan. Melalui surat ini, kami ingin memberikan ruang kepada santri untuk menyampaikan suara, harapan, dan gagasannya secara langsung kepada Presiden,” kata Basnang Said dalam keterangannya, dikutip Senin (25/9/2026).
Menurut dia, tradisi menulis menjadi bagian penting dalam kehidupan pesantren. Karena itu, “Surat Santri untuk Presiden” tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga sarana mendorong santri menuangkan pikiran dan aspirasi melalui tulisan.
“Kami ingin melihat bagaimana santri membaca zaman, melihat persoalan bangsa, sekaligus menawarkan harapan dan gagasan dari perspektif mereka,” ujarnya.
Kasubdit Pendidikan Salafiyah dan Kajian Kitab Kuning, Yusi Damayanti, menjelaskan peserta dapat memilih satu dari tiga tema yang telah ditentukan. Ketiga tema tersebut yakni Aspirasi tentang Pendidikan, Kepedulian terhadap Lingkungan, dan Harapan untuk Kesejahteraan Rakyat.
Surat yang dikirim peserta maksimal 700 kata atau dua halaman A4. Karya harus ditulis tangan menggunakan pulpen berwarna hitam atau biru, kemudian dipindai dan dikirim dalam format PDF.
Karya juga harus merupakan karya asli peserta, bukan hasil plagiasi, serta belum pernah menjadi juara dalam kompetisi lain.
“Pengiriman karya dilakukan secara daring melalui email, [email protected] pada 25 September sampai 2 Oktober 2026. Peserta mengirimkan data diri, identitas pesantren, nomor WhatsApp peserta dan/atau guru atau pembina santri, pilihan tema, naskah surat dalam format PDF, serta pernyataan keaslian karya,” jelas Yusi.
Para pemenang Sayembara “Surat Santri untuk Presiden” akan mendapatkan kesempatan hadir dalam Malam Bhakti Santri untuk Negeri, yang menjadi malam puncak peringatan Hari Santri 2026. Acara tersebut akan mengundang Presiden Prabowo Subianto.
Editor: Tedy Ahmad