39 Tahun Berkarya, Pengembang Ini Siapkan Hunian untuk Keluarga 3 Generasi
CIKARANG, iNewsBekasi.id - LippoLand memasuki usia ke-39 tahun dengan memperluas peran di industri properti Indonesia. Setelah hampir empat dekade,perusahaan kini mendorong posisi sebagai property enabler dengan menghadirkan hunian sesuai kebutuhan masyarakat.
Perjalanan LippoLand dimulai pada 1987 melalui pembangunan Lippo City yang kemudian dilanjutkan Lippo Village. Dalam perjalanannya, perusahaan mengembangkan beragam kawasan dan produk properti yang menyasar berbagai segmen, hunian terjangkau hingga premium.
CEO LippoLand David Iman Santosa mengatakan pengalaman selama 39 tahun menjadi modal perusahaan untuk membaca perubahan kebutuhan masyarakat.
“Perjalanan tersebut bukan hanya mengenai kawasan yang telah dibangun, tetapi dapat terus memberikan kontribusi terhadap persoalan perumahan di Indonesia,” kata Iman dalam keteran tertulisnya, Jumat (2/9/2026).
Salah satu tantangan yang masih dihadapi Indonesia adalah kebutuhan hunian terjangkau.
LippoLand menyebut backlogkepemilikan rumah masih berada di kisaran 9 juta keluarga sehingga penyediaan hunian membutuhkan keterlibatan pengembang, perbankan, pemerintah dan berbagai pihak dalam ekosistem perumahan.
Untuk mengambil bagian dalam kebutuhan tersebut, LippoLand mengembangkan hunian dengan harga mulai sekitar Rp100 juta dan skema cicilan sekitar Rp600.000 per bulan.
“Perusahaan mencatat sekitar 5.000 unit pada segmen tersebut telah terjual, meski kebutuhan nasional dinilai masih jauh lebih besar,” ujarnya.
David menegaskan persoalan backlog perumahan tidak mungkin diselesaikan oleh satu perusahaan. Karena itu, menurut dia, diperlukan kolaborasi antara pengembang, perbankan, pemerintah dan seluruh pelaku dalam ekosistem perumahan agar kebutuhan masyarakat dapat dijawab secara lebih luas.
Kontribusi LippoLand diwujudkan melalui penghibahan lahan s30 hektare di kawasan Lippo Cikarang kepada negara. Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan kontribusi terhadap kebutuhan masyarakat dan kepentingan yang lebih luas.
Dalam menjalankan bisnisnya, LippoLand juga menempatkan kemitraan sebagai bagian penting dari perjalanan perusahaan. Ekosistem tersebut melibatkan perbankan, konsultan, tenaga penjual, perencana, kontraktor hingga penyedia layanan kota yang mendukung pembangunan kawasan.
Selain membangun kawasan, perusahaan juga menaruh perhatian pada pengembangan sumber daya manusia.
David mengatakan LippoLand ingin membangun insan perusahaan yang memiliki nilai, akhlak dan integritas, karena keberlanjutan perusahaan tidak hanya ditentukan oleh aset dan produk, tetapi juga manusia yang menjalankannya.
Dari sisi bisnis, LippoLand mencatat pra-penjualan sebesar Rp5,32 triliun sepanjang 2025 dengan penjualan mencapai 6.047 unit. Portofolio perusahaan mencakup sejumlah segmen, mulai dari Essential dan Affordable hingga Premium dan Ultra Luxury.
Memasuki babak berikutnya, LippoLand melihat pasar hunian menengah sebagai salah satu segmen yang memiliki potensi.
Kisaran harga Rp1 miliar hingga di bawah Rp2 miliar disebut menjadi salah satu ruang persaingan pengembang sehingga perusahaan perlu mengandalkan pengalaman untuk menghadirkan kombinasi desain, kualitas, harga dan pembiayaan.
Salah satu produk yang disiapkan adalah Brentwood Villas, premium designer homes yang akan diperkenalkan di tujuh lokasi di Indonesia.
Produk ini menjadi bagian dari pendekatan continuous improvement atau Kaizen LippoLand dalam menerjemahkan pengalaman 39 tahun ke dalam konsep hunian yang mengikuti aspirasi konsumen.
Brentwood Villas dirancang untuk keluarga multigenerasi dengan pilihan rumah dua dan tiga lantai. Pada tipe tiga lantai, setiap bagian memiliki fungsi berbeda, mulai dari Heritage Level untuk kakek dan nenek, Entertainment Level sebagai ruang interaksi keluarga, hingga Sanctuary Level yang digunakan sebagai area istirahat dan belajar.
Konsep tersebut kemudian dikenal sebagai “Vertical Villas”, yakni membawa pengalaman hunian bergaya vila ke dalam konfigurasi vertikal.
CMO LippoLand Jopy Rusli mengatakan konsep ini dikembangkan dengan mempertimbangkan perubahan cara konsumen melihat rumah, yang kini tidak hanya berkaitan dengan luas dan lokasi, tetapi juga fungsi hunian dalam mendukung kehidupan sehari-hari.
Dalam pengembangannya, LippoLand menggandeng Alex Bayu dari Genius Loci sebagai home designer dan Stephen Flynn dari Sheils Flynn Asia sebagai landscape designer.
Keduanya menghadirkan pendekatan yang memperhatikan tata ruang, pencahayaan, sirkulasi, hubungan ruang dalam dan luar, hingga lanskap lingkungan hunian.
LippoLand akan membawa Brentwood Villas ke tujuh lokasi dengan karakter pasar dan komunitas yang berbeda, namun tetap mempertahankan filosofi desain serta standar kualitas yang sama.
Memasuki usia 39 tahun, perusahaan menempatkan relevansi, adaptasi, kemitraan, inovasi dan kualitas manusia sebagai bagian dari arah perjalanan berikutnya.
Editor: Abdullah M Surjaya