Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Destinasi Belanja dan Kuliner makin Untung, Ada Program Cashback 100 Persen di Bekasi
Advertisement . Scroll to see content

Borneo International Fashion Festival 2026, Bawa Wastra ke Panggung Dunia

Senin, 05 Oktober 2026 | 15:59 WIB
  • author tedy ahmad
Borneo International Fashion Festival 2026, Bawa Wastra ke Panggung Dunia
BIFF 2026 resmi membuka rangkaian fashion show di Samarinda, Kalimantan Timur. (Foto: Istimewa).

SAMARINDA, iNewsBekasi.id - Borneo International Fashion Festival (BIFF) 2026 resmi membuka rangkaian fashion show di Samarinda, Kalimantan Timur. Ajang ini bukan hanya sebagai panggung mode, juga platform yang mempertemukan budaya, komunitas, kreativitas, dan peluang bisnis dalam satu ekosistem.

Mengusung semangat “From Borneo, For the World,” BIFF 2026 lahir dari gagasan Yulia Hadi, Founder sekaligus Chairwoman BIFF 2026, yang ingin membuka akses lebih luas bagi fashion designer, artisan, UMKM, serta generasi kreatif Borneo untuk membawa karya mereka menuju pasar nasional hingga internasional.

Yulia menceritakan awal perjalanan BIFF yang  berakar dari Pandawi Wastra Borneo, sebuah brand yang lahir dari kecintaannya terhadap budaya dan karya lokal Borneo. Melalui Pandawi, berbagai cerita, wastra, serta kreativitas Kalimantan mulai diperkenalkan kepada pasar Australia.

“Ini menjadi momen yang sangat berarti bagi saya, karena BIFF berawal dari sebuah perjalanan sederhana dan satu keyakinan: What we have in Borneo deserves to be seen by the world,” kata Yulia Hadi.

Perjalanan itulah yang mempertemukan banyak desainer, artis, pelaku UMKM hingga talenta muda yang memiliki karya dan cerita kuat, namun masih membutuhkan akses terhadap pasar dan kesempatan yang lebih luas.
“Mereka punya bakat, mereka punya cerita. Yang mereka butuhkan cuma kesempatan dan akses untuk berkembang. Dari semangat itulah Borneo International Fashion Festival lahir,” tutur dia.

Fashion, Culture, Community & Business
BIFF dirancang melampaui sebuah fashion show. Melalui rangkaian programnya, BIFF ingin menciptakan ruang yang menghubungkan culture, community, creativity, and business.

Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah rangkaian Business Matching bersama pelaku UMKM di Penajam dan Samarinda. Program tersebut membuka ruang pertemuan dan diskusi mengenai bagaimana produk lokal dapat dikembangkan, dipertemukan dengan buyer maupun mitra potensial, serta dipersiapkan menuju pasar yang lebih luas.
Bagi Yulia, membawa karya lokal menuju pasar global bukan berarti meninggalkan identitas daerah. “Mendunia bukan berarti meninggalkan identitas kita. Identitas kita adalah kekuatan kita," ujarnya.

Melalui BIFF, koneksi Indonesia–Australia juga menjadi bagian penting dari visi jangka panjang: mempertemukan artisan dengan desainer, UMKM dengan buyer, serta kekayaan budaya lokal dengan peluang internasional.

Dengan mengangkat semangat Hari Batik Nasional, BIFF 2026 turut menjadi momentum untuk mengapresiasi kekayaan batik dan wastra Nusantara sekaligus menyediakan wadah bagi para perancang busana, artisan, pengrajin lokal, hingga pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk unggulan mereka kepada audiens yang lebih luas. Melalui panggung ini, warisan budaya tidak hanya dirayakan, tetapi juga didorong untuk terus berkembang dan memiliki nilai ekonomi yang berkelanjutan.

Panggung BIFF 2026 sendiri diramaikan oleh karya kreator dan desainer dari berbagai wilayah, termasuk Samarinda, Balikpapan, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Bontang dan wilayah Kalimantan Timur lainnya, serta Bali, Jakarta hingga Melbourne, Australia.

Pada Opening Ceremony, Sabtu, 3 Oktober 2026, rangkaian koleksi yang ditampilkan beberapa brand antara lain Batik Melayu Kutai, Karai, Ida Syachruni, NURM Collection, Ekraf Kutai Kartanegara x Made by GIA, Dekranasda Kalimantan Timur, Pandawi Wastra Borneo, Laxmee x Halita Moda, Pihar Design Collection, DS Entertainment, Yenne Hakim, Nusantara by Arien x Black Ink, dan Zahira by Koyko.

Rangkaian berlanjut pada Minggu, 4 Oktober 2026 melalui dua parade. Parade pertama menghadirkan karya dari institusi pendidikan dan pelaku kreatif, termasuk SMK Negeri 14 Samarinda, SMK Negeri 1 Sangatta Utara, Ishana Bali, CC Modelling, SMK Negeri 4 Balikpapan serta SMK Negeri 3 Samarinda.

Parade kedua (4/10 malam) menghadirkan Javabor, Kekean Wastra Gallery, The Raftykha, Batik Beras Basah, Rizal Fashion Style, Tahura Paser Nature, Dekranasda Kutai Timur, AEMTOBE, dan Pandawi Wastra Borneo.

Yang membuat perhelatan ini semakin beragam, BIFF 2026 tidak hanya menghadirkan koleksi ready-to-wear dan wastra. Panggung juga turut dimeriahkan dengan Carnival Show dari Jember, Jawa Timur, membawa karakter visual dan kreativitas berbeda ke dalam perayaan mode dan budaya di Samarinda.

Editor: Tedy Ahmad

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut