Vinicius Terancam Absen Lawan Barcelona usai Kasus Tarik Rambut, Real Madrid Meradang
BEKASI, iNewsBekasi.id – Real Madrid menghadapi potensi kehilangan Vinicius Junior saat jumpa Barcelona dalam laga El Clasico. Penyerang asal Brasil itu terancam mendapat hukuman tambahan setelah menerima kartu merah akibat menarik rambut pemain lawan pada laga melawan Villarreal.
Sanksi yang dijatuhkan pada Vinicius ini pun menjadi perhatian Real Madrid. Pasalnya, berpotensi memengaruhi kekuatan tim dalam menghadapi rangkaian pertandingan penting melawan Barcelona.
Sebelumnya, Vinicius menerima kartu merah langsung dari wasit Isidro Diaz de Mera Escuderos dalam pertandingan Real Madrid melawan Villarreal. Insiden tersebut terjadi pada babak kedua ketika dia menarik rambut Nathan Saliba.
Pada laga itu, Vinicius mencetak gol yang membuat skor menjadi 2-0. Namun, gol tersebut dianulir dan dia justru harus meninggalkan lapangan setelah wasit memberikan kartu merah.
Penyerang Real Madrid itu dikabarkan telah meminta maaf kepada rekan-rekan setimnya. Meski demikian, dia dilaporkan tidak puas dengan aspek lain dari keputusan wasit dan kini harus menunggu kepastian mengenai durasi hukumannya.
Situasi tersebut menjadi perhatian Real Madrid karena jadwal pertandingan penting sudah menanti. Jika hukuman Vinicius lebih panjang dari satu pertandingan, dia berpotensi melewatkan duel melawan Barcelona.
Dalam laporan pertandingan, Diaz de Mera menyebut Vinicius diusir dari lapangan karena menarik rambut lawan ketika bola masih dalam permainan, meskipun bola tidak sedang diperebutkan oleh kedua pemain.
Keterangan tersebut menjadi faktor penting dalam penentuan sanksi. Vinicius tidak hanya terancam menjalani larangan bermain satu pertandingan, tetapi juga berpotensi menerima hukuman dua hingga tiga pertandingan karena aksinya dinilai terjadi di luar perebutan bola.
Menurut media Spanyol COPE, Real Madrid bersiap menghadapi kemungkinan Vinicius dijatuhi hukuman tiga pertandingan. Klub berjuluk Los Blancos itu juga berencana mengajukan banding dan berharap sanksinya dapat dikurangi menjadi dua pertandingan.
Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, dilaporkan tidak menghadiri agenda wawancara media setelah timnya meraih kemenangan. Dia disebut khawatir komentarnya dapat menimbulkan masalah dengan otoritas Liga Spanyol menjelang pertandingan penting melawan Sevilla dan Barcelona.
Untuk sementara, Vinicius hanya dipastikan terancam melewatkan pertandingan melawan Sevilla. Namun, jika komite disiplin menjatuhkan hukuman tambahan sesuai kategori pelanggaran dalam laporan wasit, peluangnya tampil melawan Barcelona akan semakin kecil.
Aturan Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) menjadi dasar utama persoalan tersebut. Ketentuan mengenai pelanggaran di luar aksi langsung permainan dapat membuat sanksi Vinicius lebih berat dibandingkan hukuman standar satu pertandingan.
Kasus Vinicius bukan satu-satunya insiden penarikan rambut yang mendapat perhatian otoritas sepak bola. Pada Mei lalu, bek Mallorca, Johan Mojica, dijatuhi larangan bermain dua pertandingan oleh komite Liga Spanyol setelah menarik rambut pemain Levante, Roger Brugue.
Insiden serupa juga terjadi di National Women's Soccer League (NWSL) pekan lalu. Penyerang Portland Thorns, Sophia Wilson, menarik rambut lawan ketika bola tidak sedang diperebutkan dalam pertandingan melawan Boston Legacy.
NWSL, yang memiliki regulasi berbeda dari Liga Spanyol, menjatuhkan hukuman larangan bermain dua pertandingan kepada Wilson. Aksinya dikategorikan sebagai pelanggaran berat dalam pertandingan.
Pelatih Portland Thorns, Robert Vilahamn, mengatakan Wilson mencoba menarik kembali tangannya, tetapi justru menjangkau rambut lawan.
Regulasi RFEF yang berkaitan dengan insiden Vinicius mengatur hukuman atas tindakan kekerasan selama pertandingan atau sebagai konsekuensi langsung dari aksi permainan. Jika tindakan tersebut menimbulkan risiko tanpa menyebabkan cedera, sanksinya dapat berupa larangan bermain satu hingga tiga pertandingan atau maksimal satu bulan.
Namun, terdapat ketentuan khusus apabila tindakan itu terjadi jauh dari aksi langsung permainan. Pasal 130.2 menyebut pelanggaran dalam situasi ketika pemain tidak memiliki kemungkinan memperebutkan bola atau saat permainan terhenti dapat dikenai larangan bermain dua hingga tiga pertandingan, tanpa mengesampingkan ketentuan Pasal 103 dalam aturan tersebut.
Ketentuan inilah yang membuat kasus Vinicius berpotensi berujung pada hukuman lebih berat. Keputusan akhir komite disiplin akan menentukan berapa lama penyerang Real Madrid itu harus absen.
Editor: Tedy Ahmad