Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Harga Beras hingga Telur Naik di Hari Kemerdekaan, Mendag Singgung MBG
Advertisement . Scroll to see content

Bayi 28 Hari Meninggal usai Kritis, Diduga Diberi Telur Mentah saat Demam

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:29 WIB
  • author Muhammad Sukardi
Bayi 28 Hari Meninggal usai Kritis, Diduga Diberi Telur Mentah saat Demam
Ilustrasi, bayi Alena berusia 28 hari meninggal dunia setelah dirawat intensif di RSUD Dr. Soetomo. (Foto: Dok. SINDOnews).

JAKARTA, iNewsBekasi.id– Bayi bernama Alena meninggal dunia pada Minggu (11/10/2026) setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, Jawa Timur. Bayi yang baru berusia 28 hari tersebut sebelumnya dilaporkan mengalami kondisi kritis.

Kisah Alena menjadi perhatian publik setelah muncul informasi bahwa dirinya diduga diberi telur mentah oleh sang nenek ketika mengalami demam. Telur mentah itu disebut diberikan dengan maksud untuk menurunkan suhu tubuhnya.

Namun, kondisi Alena dilaporkan memburuk hingga harus mendapatkan penanganan medis di rumah sakit. Meski telah menjalani perawatan intensif, bayi yang belum genap berusia satu bulan itu akhirnya meninggal dunia.

Informasi mengenai kondisi Alena sebelumnya dibagikan oleh akun Threads @calistaarisha, yang diketahui merupakan tante bayi tersebut. Melalui unggahannya, sang tante sempat meminta doa dari masyarakat agar Alena dapat melewati masa kritisnya.

Alena diketahui menjalani perawatan di RSUD Dr. Soetomo sejak Jumat (9/10/2026). Selama dirawat, dia mendapatkan penanganan di Neonatal Intensive Care Unit (NICU), yakni unit perawatan intensif khusus bagi bayi baru lahir yang membutuhkan pengawasan medis ketat.

Kabar meninggalnya Alena disampaikan melalui akun Threads tersebut pada Minggu (11/10/2026). Sang tante mengungkapkan kesedihan sekaligus menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan dukungan dan doa selama keponakannya menjalani perawatan.

"Teman-teman Threads, terima kasih banyak untuk doa kalian buat Alena, ya. Dengan berat hati aku menyampaikan Alena telah berpulang, Alena sudah tidak sakit lagi, Alena sudah jadi bidadari di sana," tulis akun tersebut dalam unggahannya, dikutip Senin (12/10/2026).

Dia juga menyampaikan apresiasi kepada tim medis RSUD Dr. Soetomo serta Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang telah membantu selama Alena mendapatkan perawatan.

Humas RSUD Dr. Soetomo, Adin Niken, membenarkan kabar meninggalnya bayi tersebut. Dia menyebut Alena mengembuskan napas terakhir pada Minggu pagi.

Meski demikian, pihak rumah sakit tidak memberikan keterangan lebih lanjut mengenai dugaan pemberian telur mentah karena informasi tersebut berkaitan dengan privasi pasien.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Alena. Dia mengaku mengikuti perkembangan kondisi bayi tersebut bersama pihak rumah sakit selama beberapa hari terakhir.

Berdasarkan informasi yang diterimanya dari pihak rumah sakit, Alena mengalami infeksi serius pada saluran pencernaan.

Keterangan tersebut menjadi penting karena penyebab pasti kematian Alena dan kaitannya dengan dugaan pemberian telur mentah belum dipastikan secara medis kepada publik.

Emil juga mengaku telah berkomunikasi langsung dengan ibu Alena. Dia meminta masyarakat memberikan kesempatan kepada keluarga untuk berduka serta menghormati privasi mereka.

Kasus meninggalnya Alena menjadi pengingat bagi orang tua dan keluarga agar tidak sembarangan memberikan makanan atau mencoba pengobatan rumahan kepada bayi, terutama yang belum genap berusia satu bulan.

Demam pada bayi baru lahir perlu mendapatkan pemeriksaan medis segera. Keluarga sebaiknya tidak memberikan telur mentah maupun bahan lain sebagai upaya pengobatan tanpa arahan tenaga kesehatan.

Selain itu, penyebab pasti kematian Alena dan kemungkinan hubungannya dengan dugaan pemberian telur mentah harus merujuk pada keterangan tenaga medis yang berwenang. Masyarakat diharapkan tidak menarik kesimpulan sendiri atau menyebarkan tuduhan kepada pihak tertentu sebelum fakta-fakta terkait kasus tersebut dipastikan.
 

Editor: Wahab Firmansyah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut