Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pemain Timnas Indonesia Beraksi Lagi di Liga Champions Malam Ini, Calvin Verdonk Lawan Arsenal
Advertisement . Scroll to see content

Malaysia Incar Pelatih yang Pernah Bantai Timnas Indonesia 6-0, Berharap Tiket Piala Dunia 2030

Kamis, 15 Oktober 2026 | 07:33 WIB
  • author Reynaldi Hermawan
Malaysia Incar Pelatih yang Pernah Bantai Timnas Indonesia 6-0, Berharap Tiket Piala Dunia 2030
FAM dikabarkan mengincar pelatih baru yang pernah membantai Timnas Indonesia. Foto: FAM

BEKASI, iNewsBekasi.id - Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) mengincar Hajime Moriyasu untuk menangani Timnas Malaysia. Pelatih Timnas Jepang itu disebut masuk dalam radar Harimau Malaya seiring ambisi negara tersebut meningkatkan kekuatan tim nasional demi mengejar tiket Piala Dunia 2030.

Nama Moriyasu mencuat setelah sejumlah media asing memberitakan kemungkinan dirinya menjadi pilihan Malaysia. Dikutip Berita Harian, media Jepang Sakanowa dan media Vietnam Tien Phong menyoroti peluang Moriyasu menangani skuad Negeri Jiran.

Moriyasu dinilai menjadi salah satu nama yang dipertimbangkan ketika FAM membuka opsi mendatangkan pelatih asing. Jika rumor tersebut berkembang menjadi negosiasi resmi, kehadirannya berpotensi menjadi langkah besar bagi Malaysia dalam meningkatkan daya saing tim nasional.

Saat ini, berdasarkan laporan yang beredar, Malaysia ditangani pelatih sementara Tan Cheng Hoe. Sementara itu, Moriyasu masih memimpin Timnas Jepang, jabatan yang diembannya sejak 2018.

Masa depan Moriyasu juga menjadi perhatian karena muncul laporan mengenai kemungkinan dia mengakhiri kiprahnya bersama Jepang setelah Piala Asia 2027, ketika masa kontraknya berakhir. Situasi tersebut memunculkan spekulasi mengenai peluang sang pelatih mencari tantangan baru setelah menangani Samurai Biru selama bertahun-tahun.

Meski nama Moriyasu ramai dikaitkan dengan kursi pelatih Malaysia, Presiden FAM Datuk Ab Ghani Hassan belum memberikan sinyal kuat mengenai kemungkinan perekrutan tersebut. Dia menegaskan belum ada langkah konkret yang dilakukan federasi.

"Belum ada langkah konkret di pihak FAM. Kami akan membicarakan isu ini lebih dalam," ucap Ghani Hassan dikutip dari Berita Harian.

Pernyataan tersebut menunjukkan pembahasan mengenai calon pelatih Malaysia masih berada pada tahap awal. Hingga kini, belum ada pengumuman resmi dari FAM mengenai negosiasi ataupun penunjukan Moriyasu sebagai pelatih Harimau Malaya.

Sebelumnya, FAM menyatakan akan mengevaluasi posisi pelatih setelah pembentukan komite eksekutif baru. Evaluasi itu berkaitan dengan kebutuhan tim nasional dan ambisi Malaysia menembus Piala Dunia 2030.

Ghani disebut berminat mendatangkan pelatih asing yang memiliki pengalaman memadai. Meski demikian, peluang pelatih lokal tetap terbuka selama mampu menunjukkan kapasitas dan memberikan hasil sesuai harapan federasi.

Penentuan pelatih berikutnya juga tidak akan menjadi keputusan Ghani seorang diri. Keputusan akhir mengenai sosok yang akan menangani Timnas Malaysia bakal dibahas bersama komite eksekutif FAM.
Moriyasu Pernah Bawa Jepang Hancurkan Timnas Indonesia

Nama Moriyasu memiliki catatan tersendiri bagi sepak bola Indonesia. Di bawah kepemimpinannya, Timnas Jepang pernah mengalahkan Timnas Indonesia dengan skor telak 6-0 dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Hasil tersebut menjadi salah satu gambaran kekuatan Jepang selama ditangani Moriyasu. Pelatih itu telah memimpin Samurai Biru sejak 2018 dan menjadi figur penting dalam perjalanan tim nasional tersebut di kompetisi internasional.

Jika kelak benar-benar menangani Malaysia, Moriyasu akan menghadapi tantangan berbeda di sepak bola Asia Tenggara. Namun, untuk saat ini, kabar ketertarikan FAM masih sebatas laporan media dan belum berkembang menjadi keputusan resmi.

Peluang Malaysia merekrut Moriyasu pada akhirnya bergantung pada hasil evaluasi internal federasi, keputusan komite eksekutif, serta kepastian masa depan sang pelatih bersama Jepang setelah Piala Asia 2027.

Editor: Tedy Ahmad

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut