Program Semaglutide Jadi Opsi Baru Turunkan Berat Badan, Ini Penjelasan Dokter

Abdullah M Surjaya
Dokter menegaskan penggunaan Semaglutide harus disertai evaluasi medis, pola makan sehat, dan aktivitas fisik. Foto/Ilustrasi

JAKARTA, iNews.id – Obesitas bukan sekadar persoalan kelebihan berat badan. Kondisi ini kerap disertai rasa lapar berlebih dan sulit merasa kenyang, yang memicu asupan kalori tak terkendali dan berdampak pada kesehatan jangka panjang.

Perubahan perilaku dan pola hidup sehat tetap menjadi kunci utama penurunan berat badan. Namun, pada tahap awal, sebagian pasien membutuhkan bantuan medis untuk mengendalikan nafsu makan. Salah satu opsi yang kini banyak dibicarakan adalah Semaglutide.

Semaglutide bekerja mengaktifkan reseptor GLP-1 yang membantu mengontrol rasa lapar dan kadar gula darah dengan membuat pasien lebih cepat kenyang.

Di Indonesia, LIGHThouse Clinic menghadirkan program SemaSlim, program penurunan berat badan berbasis injeksi Semaglutide yang dilakukan dengan pendampingan dokter dan ahli gizi.

Program ini ditujukan bagi pasien obesitas yang kesulitan menahan nafsu makan meski telah mencoba berbagai metode.

Secara global, penggunaan Semaglutide telah mendapat lampu hijau dari sejumlah otoritas kesehatan dunia, seperti Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat dan National Institute for Health and Care Excellence (NICE)di Inggris Raya.

Di Indonesia, Semaglutide telah mengantongi izin edar BPOM sejak Mei–Juni 2025. Meski demikian, para ahli menegaskan obat ini bukan solusi instan dan harus digunakan di bawah pengawasan medis, serta dibarengi pola makan rendah kalori dan aktivitas fisik teratur.

Studi klinis menunjukkan Semaglutide efektif membantu penurunan berat badan sekaligus memberikan manfaat tambahan, seperti membantu mengontrol gula darah, memperbaiki tekanan darah dan kolesterol, serta berpotensi melindungi kesehatan jantung dan ginjal.

“Program SemaSlim dirancang sebagai pendekatan komprehensif, bukan sekadar pemberian injeksi. Ada skrining ketat, dosis yang dipersonalisasi, pendampingan ahli gizi, dan monitoring rutin agar hasilnya aman,” ujar Chief Medical Officer LIGHT Group Anna Yesito Wibowo, Rabu (14/1/2026).

Senada, dr. Guadelupe Maria Melissa, konsultan obesitas dan manajemen berat badan LIGHT Group, menyebut pasien mendapat pengawasan medis penuh, penyesuaian dosis sesuai kondisi individu, serta panduan pola makan yang disesuaikan dengan karakter masing-masing pasien.

“Tujuannya bukan hanya penurunan berat badan yang cepat, tetapi juga sehat dan dapat dipertahankan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Editor : Abdullah M Surjaya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network