Viral Menu MBG Disebut Cuma Ubi dan Pisang, SPPG Mustikasari Bekasi Angkat Bicara

Tim iNews.id
SPPG Mustikasari 4 Kota Bekasi menegaskan video menu kering MBG yang sempat viral di media sosial tidak sesuai dengan fakta di lapangan. (Foto: Ilustrasi/Ist)

BEKASI, iNewsBekasi.id- Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Bekasi, Kecamatan Mustika Jaya, Mustikasari 4, Ageng Wicaksono buka suara terkait polemik video menu kering Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat viral di media sosial.

Video tersebut menuai sorotan publik karena menu yang ditampilkan dinilai jauh dari standar gizi seimbang dan dinarasikan sebagai jatah konsumsi untuk dua hari bagi peserta didik.

Ageng menegaskan, informasi yang beredar di media sosial tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan. Ia menjelaskan, kesalahpahaman terjadi pada Kamis (15/1/2026) ketika terdapat dua jenis menu MBG yang dikirim secara bersamaan ke MI Nurul Anwar, yakni menu basah dan menu kering.

Namun, menu kering yang sejatinya diperuntukkan untuk konsumsi satu hari justru diviralkan oleh wali murid dan dinarasikan sebagai jatah dua hari.

“Ada kesalahpahaman terkait menu saat itu, karena memang saat itu hari Jumat tidak ada distribusi, jadi paket hari Sabtu maju menjadi Kamis. Sedangkan di hari Kamis masih memberikan menu basah terdiri dari spageti saus daging bolognese, tahu crispy, sawi hijau, wortel, jeruk,” ujar Ageng dalam keterangannya, Senin (19/1/2026).

Menindaklanjuti kejadian tersebut, pihak SPPG Kota Bekasi langsung melakukan diskusi dan mediasi dengan Person in Charge (PIC) sebagai penanggung jawab di lapangan. Dari hasil mediasi tersebut, situasi dinyatakan telah kondusif dan tidak ada konflik lanjutan.

“Saat ini kondisi sudah kondusif dan aman. Semua pihak sudah menyepakati untuk berdamai agar masalah ini tidak menjadi berlarut-larut,” tuturnya.

Ke depan, kata Ageng, evaluasi akan difokuskan pada penguatan sosialisasi kepada orang tua murid agar tidak terjadi kesalahpahaman serupa. Sejumlah poin perbaikan juga telah dicatat untuk memastikan keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis di Kota Bekasi.

Sementara itu, PIC MI Nurul Anwar, Azizah, dalam forum mediasi menyampaikan permohonan maaf kepada pihak SPPG Mustikasari atas kejadian tersebut. Ia mengakui unggahan video oleh wali murid memicu kesalahpahaman karena menyebut menu kering diberikan untuk dua hari.

“Sebelumnya kami memohon maaf kepada pihak SPPG Mustikasari bahwa tindakan dari kejadian ini dari wali murid kami yang mem-posting video bernarasi menu keringan itu dua hari, padahal kenyataannya itu (buat) satu hari. Itu pun saya sudah komunikasi dengan pihak-pihak tersebut,” kata Azizah.

Azizah menambahkan, para wali murid yang sempat mengunggah video tersebut telah melakukan klarifikasi ulang melalui media sosial. Selain itu, pihak SPPG juga memberikan tambahan menu pengganti serta melakukan pemesanan baru sebagai bentuk tanggung jawab.

“Mereka juga sudah mengklarifikasi dan mem-posting kembali apa yang mereka dapatkan. Tadi juga hari ini sudah mendapatkan tambahan menu pengganti hari Sabtu dan sudah dibuat pesanan baru lagi,” ucapnya.

Sebelumnya, video menu MBG di Bekasi tersebut ramai diperbincangkan warganet karena dinilai tidak layak dan disebut sebagai jatah makan selama dua hari. Dalam video yang beredar, menu kering yang ditampilkan berupa satu buah pisang, setengah potongan ubi ungu, serta kental manis dalam kemasan plastik.

Editor : Wahab Firmansyah

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network