Kasus Rasisme Terhadap Yakob Sayuri, I.League dan PSSI Dipanggil Kementerian HAM

Abdul Haris
Winger Malut United, Yakob Sayuri.. (Foto: IG Malut United)

JAKARTA, iNewsBekasi.idI.League bersama Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memenuhi panggilan Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) RI menyusul mencuatnya isu dugaan rasisme dan bullying yang dialami pemain Timnas Indonesia, Yakob Sayuri. Isu tersebut mencuat usai aksi massa Barisan Trobos Malut United Jabodetabek (Batoma-Jabodetabek).

Pertemuan berlangsung di Ruang Pengaduan Marsinah, Kantor KemenHAM RI, Jakarta, Rabu (21/1/2026). Agenda ini menjadi tindak lanjut resmi atas laporan publik terkait dugaan praktik rasisme di lingkungan sepak bola nasional.

Dalam forum tersebut, hadir perwakilan Direktorat Jenderal Pelayanan dan Kepatuhan HAM, perwakilan PSSI, Komite Disiplin PSSI, serta manajemen I.League selaku operator kompetisi sepak bola nasional.

KemenHAM meminta penjelasan langsung dari PSSI mengenai langkah konkret yang telah dijalankan untuk menangani kasus rasisme dan bullying, termasuk mekanisme pencegahan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi dalam kompetisi sepak bola domestik.

Kampanye Anti-Rasisme I.League Jadi Sorotan

I.League memanfaatkan pertemuan tersebut untuk memaparkan berbagai program pencegahan yang telah dijalankan sejak awal musim kompetisi. Fokus utama diarahkan pada edukasi, kampanye terbuka, serta penguatan pesan anti-rasisme dan anti-bullying di seluruh ekosistem liga.

Sejak kick-off musim kompetisi, I.League secara aktif menginisiasi kampanye Anti-Bullying & Anti-Racism. Strategi yang diterapkan meliputi kampanye di media sosial, pemasangan pesan visual di stadion, hingga aktivitas langsung di lapangan pada hari pertandingan.

Tak hanya itu, I.League juga menjalin kolaborasi strategis dengan Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI). Kerja sama ini bertujuan memperluas jangkauan edukasi kepada pemain, ofisial, suporter, serta seluruh pemangku kepentingan sepak bola nasional.

“Sepak bola seharusnya menjadi wadah perdamaian dan persaudaraan tanpa memandang suku, ras, maupun warna kulit. Kami mengapresiasi komitmen PSSI dan I.League dalam menjunjung nilai-nilai HAM dan berharap setiap pertandingan mencerminkan semangat tersebut. PSSI dan I.League diharapkan berada di garis depan dalam melawan rasisme dan bullying,” ujar Yos Nggarang, Staf Khusus Bidang Pemenuhan HAM Menteri HAM.

Pernyataan tersebut menegaskan posisi KemenHAM RI yang memandang sepak bola sebagai ruang publik strategis dalam upaya edukasi hak asasi manusia. Liga dan federasi dinilai memiliki peran penting dalam membentuk budaya sportivitas dan inklusivitas.

Ke depan, KemenHAM RI mendorong PSSI dan I.League untuk memperkuat kampanye anti-rasisme dan anti-bullying dengan cakupan yang lebih luas serta pendekatan yang lebih mendalam. Sinergi lintas institusi diharapkan mampu menekan potensi pelanggaran serupa.

Langkah kolaboratif ini diarahkan untuk membangun ekosistem sepak bola nasional yang inklusif, aman, serta menjunjung tinggi nilai keadilan bagi seluruh insan sepak bola Indonesia.

Editor : Wahab Firmansyah

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network