BEKASI, iNewsBekasi.id - Detik-detik food vlogger asal Filipina, Emma Amit meninggal usai makan kepiting menjadi viral di media sosial setelah terekam jelas di kamera ponselnya.
Awalnya, wanita 51 tahun ini tampak tersenyum lebar saat menyantap kepiting setan, tanpa menyadari bahaya mematikan yang mengintainya.
Dalam rekaman tersebut, Emma mengangkat seekor kepiting bercangkang mencolok, lalu memasukkannya ke dalam panci berisi santan mendidih.
Dia tampak percaya diri. Tak ada keraguan sedikit pun saat dia mengaduk masakan dan memastikan kepiting itu matang. Beberapa menit kemudian, Emma mencicipinya. Ekspresinya terlihat puas.
Dia bahkan menunjukkan potongan daging kepiting ke kamera sebelum menyuapkannya ke mulut. Tak ada tanda bahaya yang terlihat saat itu.
Namun, horor sesungguhnya terjadi tidak lama setelah kamera berhenti merekam. Menurut laporan stasiun televisi Filipina ABS-CBN, Emma tiba-tiba kehilangan kesadaran setelah mengonsumsi kepiting tersebut. Dia segera dilarikan ke rumah sakit, tetapi kondisinya terus memburuk. Dua hari kemudian, dia dinyatakan meninggal dunia.
Seorang teman yang ikut menyantap kepiting beracun itu juga dilaporkan meninggal.
Kepiting yang dimakan Emma diketahui sebagai Zosimus aeneus, atau yang populer disebut kepiting setan. Spesies ini hidup di terumbu karang Indo-Pasifik dan dikenal memiliki kandungan racun mematikan seperti tetrodotoksin dan saxitoksin.
Para ahli biologi kelautan menyebut, racun pada kepiting ini tidak hilang meski sudah dimasak dalam suhu tinggi. Dalam kasus berat, racunnya dapat melumpuhkan otot, menghentikan pernapasan, dan menyebabkan kematian hanya dalam hitungan jam.
Pejabat desa setempat yang mendatangi rumah Emma di Puerto Princesa, Filipina, menemukan sisa cangkang kepiting berwarna cerah di tempat sampah. Warna mencolok itu sebenarnya menjadi penanda alami bahaya.
"Ini sungguh menyedihkan karena seharusnya mereka sudah tahu kepiting ini berbahaya," kata Kepala Desa Luzviminda, Laddy Gemang, seperti dikutip ABS-CBN.
Yang membuat publik semakin terkejut, Emma dan suaminya dikenal sebagai nelayan berpengalaman. Fakta itu memicu pertanyaan besar, mengapa dia tetap nekat mengonsumsinya? Ada dugaan, itu semua demi followers semata.
Di media sosial, perdebatan pun meledak. Sebagian warganet menilai aksi tersebut terlalu berisiko dan menduga konten ekstrem dilakukan demi mendulang perhatian.
Namun, tak sedikit pula yang menyayangkan tragedi ini dan mengingatkan bahaya tren konten uji nyali demi viralitas.
Editor : Tedy Ahmad
Artikel Terkait
