2. Menghidupkan Salat Sunnah dan Qiyam Ramadan
Di 10 hari kedua Ramadan, umat Islam dianjurkan lebih bersemangat mengerjakan salat sunnah, termasuk Tarawih dan Qiyam Ramadan.
Diriwayatkan bahwa amalan sunnah di bulan Ramadan diganjar seperti pahala amalan wajib. Sedangkan amalan wajib dilipatgandakan pahalanya.
Rasulullah SAW bersabda:
"Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling kontinyu dikerjakan, meskipun sedikit." (HR Muslim)
Konsistensi dalam ibadah menjadi kunci meraih maghfirah di fase pertengahan Ramadan.
3. Memperbanyak Tilawah Al-Qur’an
Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW adalah orang paling dermawan, dan kedermawanannya semakin bertambah di bulan Ramadan saat Malaikat Jibril datang untuk mudarasah Al-Qur’an bersama beliau.
Rasulullah SAW bahkan lebih dermawan daripada angin yang berhembus.
Dalam Kitab Nihayah Al Zain Hal 194 dijelaskan bahwa mudarasah atau tadarus Al-Qur’an tetap sunnah meskipun bacaan tidak sama persis.
Maka, memperbanyak tilawah Al-Qur’an di 10 hari kedua Ramadan menjadi amalan penting untuk meraih keberkahan dan ampunan.
Fase 10 hari kedua Ramadan adalah momentum ampunan yang tidak boleh disia-siakan. Selain memperbanyak ibadah seperti sedekah, salat sunnah, dan tilawah Al-Qur’an, umat Islam juga harus menjaga diri dari perbuatan yang dapat menghapus pahala puasa.
Semoga di fase maghfirah ini, setiap Muslim mampu meningkatkan kualitas ibadah dan meraih ampunan Allah SWT.
Editor : Wahab Firmansyah
Artikel Terkait
