JAKARTA, iNewsBekasi.id – Kegiatan sosial di bulan suci Ramadan kerap dilakukan umat Islam dengan berbagi kepada sesama, dari berbuka puasa dengan membagikan takjil hinggasantunan kepada anak yatim.
Demikian dengan yang dilakukan sejumlah tokoh dan ulama di kawasan Condet, Jakarta Timur pada akhir pekan lalu. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial sekaligus mempererat hubungan antara tokoh masyarakat, ulama dan warga setempat selama bulan suci Ramadan.
Diawali dengan pembagian sekira 500 paket takjil kepada para pengguna jalan di sepanjang Condet Raya. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan tradisi Palang Pintu, yang merupakan budaya khas Betawi sebagai bentuk penghormatan kepada tamu sekaligus simbol kearifan lokal masyarakat setempat.
Sebagai bagian utama kegiatan, santunan diberikan secara simbolis kepada sekitar 100 anak yatim yang berasal dari lingkungan masyarakat sekitar Condet.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh agama, ulama, serta pengurus DPW Partai Bulan Bintang (PBB) DKI Jakarta. Beberapa tokoh yang hadir antara lain Ketua DPW PBB DKI Jakarta Abdul Bari Alkatiri, Sekretaris Wilayah Abdul Hakim Hamdun, Bendahara Umum Lenny Adra, serta sejumlah habaib dan ulama seperti Habib Hud M. Bagir Alatas, Habib Ismail bin Abdulqodir Al Haddad, Habib Ali bin Abdullah Al Kaff, Habib Hasan bin Husin Assegaf, Abdullah Zayd Shahab, Quraisy bin Toha, Ustadz Ridwan dan Ustadz Iliyas Baweel.
Ketua DPW PBB DKI Jakarta Abdul Bari Alkatiri mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperbanyak amal kebaikan sekaligus mempererat silaturahmi di bulan Ramadan.
“Ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memperbanyak amal kebaikan di bulan Ramadan. Insya Allah kegiatan seperti ini akan terus kita lakukan, tidak hanya di bulan Ramadan, juga dalam kegiatan lain seperti halal bihalal, kurban, maupun kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya,” kata Abdul.
Lebih lanjut, Abdul mengatakan pada kepengurusan yang baru, pihaknya fokus memperkuat konsolidasi organisasi dan memperluas sosialisasi kepada masyarakat. “Yang terpenting saat ini adalah memperkuat silaturahmi terlebih dahulu. Kita fokus pada konsolidasi dan sosialisasi agar PBB lebih dikenal di wilayahJakarta,” ujarnya.
“Kita akan masuk ke tingkat akar rumput melalui berbagai kegiatan sosial, seperti buka puasa bersama, halal bihalal, kurban, dan kegiatan kemasyarakatan lainnya,” tutur dia lagi.
Sementara, Sekretaris Wilayah DPW PBB DKI Jakarta Abdul Hakim Hamdun mengaku masih mencermati perkembangan kondisi nasional baik dari sisi politik maupun ekonomi. “Saat ini kami masih melihat situasi secara keseluruhan. Sikap kami sementara ini adalah wait and see, membaca perkembangan beberapa bulan ke depan,” katanya.
Abdul Hakim Hamdu menilai kondisi ekonomi Indonesia masih berada dalam tahap pemulihan, namun secara umum masih dalam kondisi yang cukup baik. “Insya Allah kami optimistis pada tahun depan kondisi ekonomi Indonesia akan kembali pulih,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Habib Ali bin Abdullah Al Kaff mengatakan bulan Ramadan dapat menjadi momentum untuk memperkuat persatuan bangsa dan memperbaiki kondisi sosial masyarakat dan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman bangsa Indonesia.
Menurut Habib Ali bin Abdullah Al Kaff, nilai Bhinneka Tunggal Ika harus terus dijaga agar tidak terjadi perpecahan, fitnah atau saling mengadu domba di tengah masyarakat. “Kita tidak boleh memperbesar persoalan yang dapat memecah belah bangsa. Jika ada kesalahan seseorang, itu adalah kesalahan pribadi, bukan kesalahan kelompok,” tutur dia.
“Ramadan itu sebenarnya barometer bagi diri kita. Kalau di bulan Ramadan kita bisa memperbaiki diri, maka insya Allah setelah Ramadan Allah akan memberikan kemudahan dan keberkahan dalam kehidupan kita,” ucap dia.
Editor : Tedy Ahmad
Artikel Terkait
