JAKARTA, iNewsBekasi.id – Pengembangan kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan tren positif seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap penggunaan energi bersih dan ramah lingkungan. Transformasi menuju mobilitas berbasis listrik kini tidak hanya bergantung pada kendaraan, tetapi juga pada kesiapan ekosistem pendukung yang terintegrasi.
Pemerintah Indonesia mendorong percepatan pengembangan kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya menekan emisi karbon sekaligus mendukung transisi energi nasional. Data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyebutkan jumlah kendaraan listrik di Tanah Air terus meningkat setiap tahun dan diproyeksikan mencapai lebih dari 2 juta unit pada 2030.
Seiring pertumbuhan tersebut, pembangunan infrastruktur pengisian daya juga terus diperluas di berbagai wilayah untuk mendukung kebutuhan pengguna kendaraan listrik.
Ekosistem kendaraan listrik atau EV Ecosystem mencakup sejumlah komponen penting yang saling terintegrasi, mulai dari kendaraan listrik, infrastruktur pengisian daya, sistem energi, hingga platform digital yang memudahkan pengguna dalam mengakses layanan.
Direktur Utama PLN Icon Plus, Chipta Perdana, mengatakan perusahaannya turut mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik melalui penyediaan solusi berbasis teknologi dan infrastruktur digital.
"Dukungan tersebut meliputi pengembangan konektivitas, integrasi sistem energi, serta solusi digital yang membantu meningkatkan kenyamanan dan efisiensi penggunaan kendaraan listrik," ungkap Chipta dalam keterangannya, Kamis (12/3/2026).
Editor : Wahab Firmansyah
Artikel Terkait
