JAKARTA, iNewsBekasi.id - Pemeriksaan kesehatan ginjal menjadi langkah penting yang perlu dilakukan masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh tetap optimal. Kesadaran ini menjadi semakin penting, terutama bagi individu yang memiliki faktor risiko tertentu, seperti mereka yang mengkonsumsi gula berlebih, tekanan darah tinggi atau hipertensi, diabetes serta gaya hidup yang kurang sehat.
Langkah deteksi dini ini dinilai efektif untuk mencegah perkembangan penyakit yang lebih serius sekaligus memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk segera melakukan penanganan yang tepat.
Dalam rangka memperingati World Kidney Day 2026 atau Hari Ginjal Sedunia, PT Prodia Widyahusada Tbk mengajak masyarakat lebih peduli penyakit ini lewat seminar kesehatan bertajuk “Hidup Optimal dengan Ginjal Sehat: Strategi Medis, Gaya Hidup, dan Pemantauan Jangka Panjang” di Hotel Aryaduta Menteng pada akhir pekan lalu.
Acara ini menghadirkan narasumber kompeten di bidangnya, yaitu Lydia Dorothea Simatupang selaku Konsultan Kesehatan Ginjal dan Bena Zaira sebagai Product Specialist Prodia.
Pada momen ini, dr. Lydia Dorothea Simatupang menyoroti transplantasi ginjal sebagai salah satu terapi pengganti ginjal yang dapat meningkatkan kualitas hidup pasien dengan gagal ginjal kronis stadium akhir. Namun, keberhasilan terapi tersebut sangat bergantung pada pengelolaan jangka panjang yang komprehensif, termasuk kepatuhan terhadap terapi imunosupresif, pengendalian faktor risiko seperti hipertensi dan diabetes, serta pemantauan medis yang teratur.
Menurutnya, dukungan tim medis multidisiplin serta keterlibatan aktif pasien dan keluarga dalam menjalankan gaya hidup sehat juga menjadi faktor penting untuk menjaga fungsi ginjal transplantasi dan mencegah komplikasi jangka panjang.
Sementara, Bena Zaira menyinggung pentingnya pemeriksaan laboratorium sebagai bagian dari pemantauan kesehatan ginjal secara menyeluruh. Berbagai parameter seperti pemeriksaan fungsi ginjal, profil lipid, hingga biomarker tambahan dapat membantu dokter dalam mendeteksi potensi komplikasi lebih dini sebelum muncul gejala klinis.
“Pemantauan laboratorium secara berkala memungkinkan tenaga medis untuk mengevaluasi kondisi pasien secara lebih komprehensif dan menyesuaikan terapi yang diberikan agar fungsi ginjal tetap optimal,” tutur Bena.
Pada kesempatan ini, Prodia juga memberikan sertifikat penghargaan kepada komunitas kesehatan ginjal yang selama ini telah menjadi mitra dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini penyakit ginjal.
Masyarakat pun terus didorong untuk lebih proaktif memantau kesehatan ginjalnya. Sepanjang Maret 2026, Prodia menghadirkan program pemeriksaan ginjal “ProHealthy Kidney” yang menawarkan paket pemeriksaan komprehensif dengan harga khusus. Pemeriksaan mencakup parameter penting seperti kreatinin, Cystatin-C, rasio albumin-kreatinin urin, profil lipid, hingga pemeriksaan biomarker tambahan untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi kesehatan ginjal.
Editor : Tedy Ahmad
Artikel Terkait
