Dokter Kulit di Bekasi Ungkap Tips Agar Kulit Tetap Sehat saat Puasa Ramadan

Wahab Firmansyah
Dokter spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika (DVE), Shelly Levenia Sambodo. Foto/Istimewa

BEKASI, iNewsBekasi.id – Dokter spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika (DVE), Shelly Levenia Sambodo membagikan sejumlah tips agar kulit tetap sehat selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.

Dokter muda lulusan Universitas Sebelas Maret (UNS) Kedokteran Solo itu menjelaskan, salah satu keluhan yang paling sering dialami masyarakat selama berpuasa adalah kulit kering dan kusam.

“Masalah kulit kering dan kusam menjadi keluhan yang paling sering muncul selama bulan Ramadan. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya asupan cairan (hidrasi) saat berpuasa yang diperparah dengan aktivitas fisik sehari-hari,” kata Shelly di Heritage Medical Praktek, Jumat (13/3/2026).

Menurut dia, ada beberapa langkah preventif yang dapat dilakukan masyarakat agar kesehatan kulit tetap terjaga selama menjalankan ibadah puasa.

Terapkan Pola Minum 2-4-2

Langkah pertama yang disarankan adalah menerapkan pola minum 2-4-2, yakni dua gelas air putih saat berbuka, empat gelas pada malam hari, dan dua gelas saat sahur.

Pola tersebut dinilai dapat membantu menjaga kecukupan cairan tubuh selama berpuasa.

“Kedua, konsumsi nutrisi. Memperbanyak konsumsi sayur dan buah-buahan saat waktu makan tiba,” ujarnya.

Gunakan Pelembap Setelah Mandi

Selain menjaga hidrasi tubuh, penggunaan pelembap juga menjadi langkah penting untuk merawat kulit selama Ramadan. Shelly menyarankan agar masyarakat mengoleskan pelembap atau handbody setelah mandi.

Ia juga mengingatkan untuk memilih produk pelembap yang tidak mengandung pewangi serta bersifat hipoalergenik agar aman digunakan oleh berbagai jenis kulit.

Hindari Sabun Antiseptik saat Kulit Kering

Shelly juga memberikan catatan khusus mengenai kebiasaan mandi. Ia menyarankan masyarakat untuk tidak menggunakan sabun antiseptik ketika kondisi kulit sedang kering.

“Sabun antiseptik justru membuat kulit makin kering dan mengganggu keseimbangan mikroba normal di kulit. Bakteri baik bisa ikut mati,” tuturnya.

Sebagai alternatif, ia merekomendasikan penggunaan sabun yang lebih lembut, seperti sabun bayi atau sabun susu kambing.

“Sabun licin setelah dibilas, karena itu pertanda adanya kandungan pelembab," ucapnya.

Spesialis Kulit Kini Berubah Menjadi Sp.DVE

Saat ini, dr. Shelly aktif praktik di Heritage Medical Praktek, sebuah klinik bersama yang melayani penanganan penyakit umum hingga konsultasi kesehatan kulit dan penyakit menular seksual.

Ia juga menjelaskan bahwa terdapat perubahan nomenklatur pada gelar spesialisasi. Jika sebelumnya dikenal sebagai Spesialis Kulit dan Kelamin (Sp.KK), kini berubah menjadi Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika (Sp.DVE) sesuai regulasi pemerintah.

Meski terjadi perubahan nama, ruang lingkup keilmuan tetap mencakup tiga bidang utama.

“Dermatologi adalah penanganan penyakit kulit umum, alergi, infeksi (jamur, bakteri, virus, parasit seperti skabies), hingga tumor bedah kulit,” ungkapnya.

Sementara itu, venereologi berkaitan dengan penanganan penyakit menular seksual seperti gonore, sifilis, hingga kutil kelamin.

“Dan estetika adalah mengatasi masalah kecantikan seperti kerutan, jerawat, flek, serta prosedur injectable seperti botox, filler, thread lift, dan laser,” ucapnya.

Editor : Wahab Firmansyah

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network