BEKASI, iNewsBekasi.id - Puncak arus mudik Lebaran 2026 diprediksi hari ini, setelah menunjukkan lonjakan signifikan, di mana sekira satu juta kendaraan tercatat meninggalkan Jabotabek dalam enam hari terakhir.
Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan sebanyak 990.506 kendaraan telah keluar dari Jabotabek pada periode H-10 hingga H-5 Lebaran 2026 (11–16 Maret).
“Pergerakan masyarakat yang meninggalkan wilayah Jabotabek terus mengalami peningkatan menjelang libur Hari Raya Idulfitri,” ujar Rivan.
Volume kendaraan tersebut merupakan akumulasi dari empat gerbang tol utama, yakni Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Cikupa, dan Ciawi. Secara total, angka ini meningkat 13,6% dibandingkan kondisi normal.
Distribusi lalu lintas masih didominasi arah timur (Trans Jawa dan Bandung) sebesar 48,5% atau 479.899 kendaraan. Sementara arah barat (Merak) mencapai 303.113 kendaraan dan arah selatan (Puncak) sebanyak 207.494 kendaraan.
Untuk arah Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama, tercatat lonjakan signifikan hingga 290.799 kendaraan atau naik 69% dari normal. Sedangkan ke arah Bandung melalui GT Kalihurip Utama mencapai 189.100 kendaraan, sedikit turun 2%.
Sementara itu, arus ke arah Merak melalui GT Cikupa meningkat 4,5%, sedangkan ke arah Puncak melalui GT Ciawi turun 4,2%.
Rivan juga memaparkan, pada H-5 Lebaran (16 Maret), volume kendaraan yang keluar Jabotabek mencapai 178.164 unit atau meningkat 36,4% dibandingkan lalu lintas normal.
“Jasa Marga memproyeksikan puncak arus mudik terjadi pada 18 Maret 2026 dengan volume mencapai 259 ribu kendaraan atau meningkat 90,5% dari normal,” jelasnya.
Ia menyebut lonjakan ini dipicu cuti bersama serta libur Hari Raya Nyepi dan Idulfitri yang berdekatan.
Karena itu, masyarakat diminta merencanakan perjalanan dengan matang serta menghindari waktu-waktu rawan kepadatan.
“Kami mengimbau pengguna jalan memanfaatkan informasi lalu lintas secara real time, termasuk melalui aplikasi Travoy dan Radio Travoy FM,” tambah Rivan.
Selain itu, Jasa Marga menyiapkan 64 rest area operasional dan tambahan 10 rest area fungsional di sepanjang ruas Trans Jawa, termasuk fasilitas di luar tol yang mudah dijangkau dari gerbang tol.
“Rest area fungsional ini dapat dimanfaatkan untuk beristirahat tanpa dikenakan biaya tambahan saat kembali masuk tol,” ucap dia.
Editor : Tedy Ahmad
Artikel Terkait
