BEKASI, iNewsBekasi.id - Arus mudik Lebaran 2026 memasuki fase krusial H-2 dengan peningkatan signifikan volume kendaraan di jalur arteri Pantai Utara (Pantura) wilayah Cirebon, Jawa Barat pada Kamis (9/3/2026) pagi.
Memasuki puncak arus mudik H-2 Lebaran, arus lalu lintas di jalur ini terpantau padat merayap. Kepadatan didominasi sepeda motor dan mobil pribadi, terutama di persimpangan lampu merah Arjawinangun.
Ribuan pemudik sepeda motor dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah (Jateng) terlihat bergerombol dan hanya dapat melaju perlahan saat mendekati persimpangan.
Untuk mengurai kepadatan, peolisi melakukan pengaturan dengan mengurangi durasi lampu merah serta memprioritaskan kendaraan dari arah Jakarta.
Volume sepeda motor terus meningkat sejak Rabu (8/3/2026), yang menandai awal puncak arus mudik, hingga Kamis pagi. Meski terjadi kepadatan di sejumlah titik pertemuan arus, lalu lintas secara umum masih terpantau ramai lancar.
Pemudik yang didominasi kendaraan berpelat nomor B dari wilayah Jabodetabek masih dapat melaju dengan kecepatan rata-rata sekitar 50 kilometer per jam di beberapa ruas jalan.
Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cirebon, jumlah pemudik sepeda motor yang melintas mencapai rata-rata 5.000 kendaraan per jam.
Sebagian pemudik memilih melakukan perjalanan pada malam hari untuk menghindari kepadatan lalu lintas serta teriknya matahari di jalur arteri Cirebon.
Diperkirakan, lonjakan volume kendaraan pemudik sepeda motor masih akan terus meningkat hingga H-1 Lebaran.
Editor : Tedy Ahmad
Artikel Terkait
