BEKASI, iNewsBekasi.id – Pemerintah Kabupaten Bekasi mulai mengambil langkah antisipatif menghadapi potensi tekanan ekonomi global dengan memperketat belanja daerah serta mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menegaskan bahwa meskipun dampak ekonomi global belum dirasakan secara langsung, pemerintah daerah harus tetap waspada dan bersiap sejak dini.
“Hari ini kita lihat kondisi global tidak baik-baik saja. Indonesia mungkin belum terdampak sekarang, tapi ke depan bisa saja terjadi,” kata Asep usai apel pagi pascalibur Lebaran di Plaza Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Senin (30/3/2026).
Sebagai langkah cepat, Pemkab Bekasi akan mengumpulkan seluruh dinas penghasil untuk merumuskan strategi peningkatan PAD. Bahkan, rapat internal akan dilakukan secara sederhana tanpa seremoni sebagai bentuk efisiensi anggaran.
“Selesai halal bihalal langsung rapat. Tidak ada acara makan-makan, karena kita juga harus berhemat,” tegasnya.
Kebijakan efisiensi ini diambil menyusul pemangkasan dana transfer daerah yang mencapai Rp649 miliar. Kondisi tersebut mendorong Pemkab Bekasi untuk memutar strategi agar program prioritas tetap berjalan.
Asep meminta seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), khususnya dinas penghasil, untuk menggali potensi pendapatan dari berbagai sektor, termasuk sumber-sumber kecil yang selama ini belum tergarap optimal.
Editor : Wahab Firmansyah
Artikel Terkait
