Sementara itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi menduga kebakaran dipicu oleh korsleting listrik di area SPBE.
Pelaksana Tugas Kepala Disdamkarmat Kota Bekasi, Heryanto, menyebut api berasal dari dalam fasilitas pengisian gas dan sempat memicu ledakan saat proses pengisian mobil tangki.
“Kami menduga ada arus pendek listrik yang kemudian memicu kebakaran hingga meluas,” ujar Heryanto.
Laporan kebakaran diterima sekitar pukul 20.00 WIB. Petugas langsung mengerahkan 15 unit mobil pemadam dengan sekitar 100 personel ke lokasi untuk melakukan pemadaman.
Api utama berhasil dikendalikan, namun proses pendinginan masih berlangsung guna mencegah potensi kebakaran susulan akibat sisa gas.
Menurut Heryanto, proses pemadaman menghadapi kendala berupa titik api yang sulit dijangkau serta risiko ledakan lanjutan dari gas elpiji.
Beruntung, petugas berhasil mengamankan tangki elpiji berkapasitas sekitar 50.000 kilogram yang berpotensi memperparah dampak kebakaran jika ikut terbakar.
“Kalau tangki itu sampai terbakar, dampaknya bisa jauh lebih besar,” ujarnya.
Akibat kejadian ini, fasilitas SPBE mengalami kerusakan berat. Hingga kini, petugas masih melakukan pendinginan dan pengamanan di lokasi untuk memastikan kondisi benar-benar aman.
Editor : Wahab Firmansyah
Artikel Terkait
