SAMARINDA, iNewsBekasi.id – Kisah pilu datang dari Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Seorang pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) bernama Mandala Rizky Syaputra (16) meninggal dunia setelah mengalami sakit yang diduga berkaitan dengan penggunaan sepatu yang kekecilan.
Peristiwa ini tidak hanya meninggalkan duka mendalam, tetapi juga menyoroti kondisi ekonomi keluarga korban yang serba terbatas.
Mandala diketahui merupakan anak yatim yang tinggal bersama ibu dan empat saudaranya. Keterbatasan ekonomi membuatnya tetap menggunakan sepatu lama sejak kelas satu SMK, meskipun ukuran kakinya terus bertambah.
Agar tetap bisa digunakan, sepatu tersebut bahkan dimodifikasi dengan tambahan busa. Namun kondisi ini diduga memicu pembengkakan pada kaki, terutama saat Mandala menjalani kegiatan magang di sebuah pusat perbelanjaan yang mengharuskannya berdiri dalam waktu lama setiap hari.
Keluhan Nyeri hingga Kondisi Memburuk
Selama hampir satu bulan, Mandala mengeluhkan rasa nyeri yang semakin parah. Awalnya hanya terasa di kaki, namun kemudian menjalar hingga ke pinggang dan kepala.
Ibu korban, Ratnasari, mengungkapkan bahwa keluhan awal hanya dianggap sakit ringan. Namun setelah sekitar tiga minggu, pembengkakan mulai terlihat dan kondisi Mandala terus memburuk.
Meski dalam keadaan sakit, Mandala tetap menjalani aktivitas magang seperti biasa dan hanya beristirahat saat jam istirahat.
"Sepatunya saya kasih dari waktu baru awal masuk sekolah (kelas 1)," ujar Ratnasari di rumah duka.
Sehari sebelum meninggal dunia, kondisi Mandala semakin memburuk hingga sempat mendapatkan penanganan di klinik setempat akibat pembengkakan pada kaki.
Namun, pada Jumat (24/4/2026), Mandala mengembuskan napas terakhir. Sebelum wafat, ia sempat mengungkapkan keinginan terakhir untuk memiliki sepatu baru, yang sayangnya belum sempat terpenuhi.
Pihak sekolah turut memberikan perhatian atas peristiwa ini. Mereka membantu proses pemulasaraan hingga pemakaman jenazah, termasuk menyediakan ambulans.
Kisah ini menjadi pengingat akan pentingnya perhatian terhadap kesehatan siswa, sekaligus realita kondisi ekonomi yang masih menjadi tantangan bagi sebagian keluarga di Indonesia.
Editor : Wahab Firmansyah
Artikel Terkait
