JAKARTA, iNewsBekasi.id – Dalam literatur Islam, terdapat sejumlah hewan yang disebut memperoleh kemuliaan di surga karena perannya dalam kisah para nabi dan perjalanan dakwah. Sebagian diabadikan dalam Al-Qur'an, sementara lainnya dijelaskan dalam kitab tafsir karya para ulama.
Keberadaan hewan-hewan tersebut bukan sekadar pelengkap kisah, tetapi mengandung pelajaran tentang ketaatan kepada Allah SWT, pengorbanan, serta pentingnya kasih sayang terhadap seluruh makhluk hidup.
Dalam ajaran Islam, hewan tidak dibebani syariat sebagaimana manusia karena tidak memiliki taklif atau beban hukum. Namun, cara manusia memperlakukan hewan menjadi bagian dari amal yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.
Rasulullah SAW menegaskan bahwa berbuat baik kepada hewan dapat menjadi sebab datangnya ampunan Allah. Sebaliknya, menyiksa hewan dapat mendatangkan azab.
Salah satu hadis yang paling masyhur diriwayatkan dari Abu Hurairah RA. Rasulullah SAW menceritakan tentang seorang wanita pezina yang diampuni dosanya setelah menolong seekor anjing yang hampir mati kehausan.
Wanita tersebut melihat seekor anjing menjulurkan lidah di tepi sumur. Ia kemudian melepas sepatunya, mengikatnya dengan penutup kepala, lalu mengambil air untuk diminumkan kepada anjing tersebut. Karena perbuatannya itu, Allah mengampuni dosanya. Hadis tersebut diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.
Sebaliknya, Rasulullah SAW juga mengabarkan tentang seorang wanita yang mendapat azab karena mengurung seekor kucing hingga mati kelaparan. Ia tidak memberinya makan maupun melepaskannya agar dapat mencari makan sendiri.
Dua hadis tersebut menunjukkan bahwa Islam sangat menekankan sikap ihsan kepada seluruh makhluk hidup. Setiap kebaikan kepada hewan akan mendapat balasan dari Allah SWT, begitu pula setiap bentuk kezaliman terhadap mereka.
Benarkah Ada Hewan yang Masuk Surga?
Dalam Al-Qur'an dijelaskan bahwa surga merupakan balasan bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa. Namun, sejumlah kitab tafsir juga menyebut adanya hewan-hewan yang memperoleh kemuliaan karena menjadi bagian dari perjuangan para nabi dalam menegakkan dakwah tauhid.
Salah satu kitab yang membahas hal tersebut adalah Tafsirul Azhan min Tafsiri Ruhil Bayan. Meski demikian, perlu dipahami bahwa daftar tersebut merupakan penjelasan dalam literatur tafsir dan bukan ayat Al-Qur'an maupun hadis sahih yang secara eksplisit menetapkan seluruh hewan tersebut sebagai penghuni surga.
Daftar 10 Hewan yang Disebut Masuk Surga
Berikut 10 hewan yang disebut memperoleh kemuliaan dalam kitab tersebut:
1. Unta Nabi Shaleh 'alaihissalam.
2. Anak sapi jamuan Nabi Ibrahim 'alaihissalam.
3. Kambing Nabi Ismail 'alaihissalam.
4. Sapi yang berkaitan dengan kisah Nabi Musa 'alaihissalam.
5. Ikan besar yang menelan Nabi Yunus 'alaihissalam.
6. Keledai Nabi Uzair.
7. Semut pada kisah Nabi Sulaiman 'alaihissalam.
8. Burung hud-hud yang menjadi utusan dalam kisah Nabi Sulaiman dan Ratu Bilqis.
9. Anjing Ashabul Kahfi. 10.Unta Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.
Hewan-hewan tersebut disebut memperoleh keistimewaan karena memiliki peran penting dalam perjalanan dakwah para nabi, menunjukkan kepatuhan kepada kehendak Allah SWT, atau menjadi bagian dari peristiwa besar yang diabadikan dalam sejarah Islam.
Meski demikian, penetapan seluruh hewan tersebut sebagai penghuni surga tidak bersumber dari ayat Al-Qur'an atau hadis sahih secara eksplisit. Oleh karena itu, umat Islam perlu memahaminya sebagai penjelasan dalam literatur tafsir, bukan sebagai ketetapan akidah.
Terlepas dari itu, kisah-kisah tersebut mengandung pesan penting bahwa Islam mengajarkan kasih sayang kepada seluruh makhluk. Memperlakukan hewan dengan baik merupakan bentuk kepedulian terhadap ciptaan Allah SWT sekaligus menjadi amal saleh yang dapat mendatangkan pahala dan rahmat-Nya.
Editor : Wahab Firmansyah
Artikel Terkait
