Doa Rasulullah untuk Menghadapi Kesulitan, Ada Pesan agar Hati Tak Mudah Putus Asa

Widaningsih
Doa Rasulullah yang mengajarkan ikhtiar, tawakal, kesabaran, dan memohon pertolongan Allah.Foto: istimewa

BEKASI, iNewsBekasi.id - Ketika kesulitan dan ujian hidup datang silih berganti, Islam mengajarkan umatnya untuk tidak hanya berikhtiar, tetapi juga memperbanyak doa dan berserah diri kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.

Salah satu doa yang dinisbatkan dalam riwayat sebagai doa yang diajarkan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam kepada Sayidina Ali bin Abi Thalib adalah bacaan yang berisi pengakuan bahwa manusia tidak memiliki daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.

Doa Rasulullah SAW tersebut dicantumkan Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar. Berikut bacaannya:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ 

Bismillâhir rahmânir rahîm. Walâ haula walâ quwwata illâ billâhil ‘aliyyil ‘azhîm. 

Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung." 

Kalimat tersebut mengandung pesan penting bagi seorang Muslim ketika menghadapi persoalan hidup. Manusia diperintahkan untuk berusaha, tetapi pada saat yang sama menyadari bahwa hasil akhir berada dalam kekuasaan Allah. 

Makna Doa Rasulullah Saat Menghadapi Kesulitan

Ada sejumlah pelajaran yang dapat direnungkan dari doa tersebut ketika seorang Muslim menghadapi ujian, masalah, maupun kondisi yang sulit.

1. Mengawali dengan Menyebut Nama Allah 

Doa tersebut diawali dengan Bismillâhir rahmânir rahîm, yang mengingatkan seorang Muslim bahwa Allah memiliki sifat Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Ketika seseorang berada dalam kondisi sulit, mengingat rahmat Allah menjadi bagian penting agar hati tidak mudah berputus asa. Kesulitan yang dihadapi manusia tidak berada di luar pengetahuan dan kekuasaan-Nya.

2. Mengakui Kelemahan dan Keterbatasan Manusia 

Kalimat Walâ haula walâ quwwata illâ billâh mengandung pengakuan bahwa manusia pada hakikatnya memiliki keterbatasan.

Sebesar apa pun kemampuan, kekayaan, jabatan, maupun pengetahuan yang dimiliki, semuanya tetap berada dalam kehendak Allah. Karena itu, doa ini mengajarkan sikap tawakal sekaligus kerendahan hati.

Pengakuan tersebut bukan berarti seorang Muslim meninggalkan ikhtiar. Sebaliknya, seseorang tetap berusaha mencari jalan keluar sembari menggantungkan hasilnya kepada Allah.

3. Menumbuhkan Keyakinan kepada Pertolongan Allah 

Saat menghadapi ujian, seseorang terkadang merasa seolah-olah tidak memiliki jalan keluar. Di sinilah makna la haula wa la quwwata illa billah menjadi penting untuk direnungkan.

Seorang Muslim meyakini bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Keyakinan tersebut dapat menjadi dorongan untuk tetap berusaha dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi persoalan.

4. Menjadi Pengingat agar Hati Tetap Tenang 

Memperbanyak zikir dan doa merupakan salah satu cara seorang Muslim mendekatkan diri kepada Allah. Ketika hati disibukkan dengan mengingat-Nya, seseorang diharapkan tidak larut dalam kecemasan dan keputusasaan.

Doa tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa manusia tidak menghadapi kehidupan seorang diri.

Ada Allah yang menjadi tempat bergantung dan memohon pertolongan. Karena itu, ketika menghadapi kesulitan, seorang Muslim hendaknya memadukan ikhtiar, doa, tawakal, dan kesabaran.

Doa bukan pengganti usaha, melainkan bentuk penghambaan dan pengakuan bahwa segala daya dan kekuatan pada akhirnya berasal dari Allah. Wallahu a'lam.

Editor : Wahab Firmansyah

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network