JAKARTA, iNewsBekasi.id - Lebih dari 7.000 petani jagung di Kabupaten Lampung Tengah, Pesawaran, Wonogiri, dan Tuban menggelar panen raya bertepatan dengan peringatan Hari Tani Nasional 2026.
Meskipun dihadapkan pada ancaman cuaca ekstrem akibat fenomena El Niño yang memicu kemarau panjang, hasil panen di wilayah-wilayah tersebut mampu mencatatkan kenaikan potensi hasil sebesar 10 hingga 15 persen dibandingkan musim tanam pada umumnya.
Direktur PT Bayer Indonesia, Andi Ilyas, menyampaikan bahwa peningkatan produktivitas ini membuktikan pentingnya penerapan inovasi pertanian dan praktik budidaya yang tepat untuk membantu petani bertahan di tengah tantangan perubahan iklim.
Sejalan dengan hal tersebut, Bayer Corn Seeds and Trait Lead Crop Science Indonesia, Jawad Nasir, menambahkan bahwa keberhasilan panen di lapangan didukung oleh penggunaan varietas hibrida unggul yang memiliki rendemen pipilan hingga 82 persen, struktur batang kokoh yang tahan rebah dan busuk, serta masa panen efisien sekitar 100 hari.
Capaian positif dari para petani daerah ini menjadi angin segar bagi industri pakan ternak nasional sekaligus memperkuat pijakan pemerintah dalam mengejar target produksi 18 juta ton jagung pipilan kering demi mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
