SURABAYA, iNews.id - Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL) bersama Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menghadirkan dua unit container scanner di Terminal Petikemas Surabaya (TPS) untuk memperkuat pengawasan arus barang impor dan ekspor.
Dua perangkat tersebut ditempatkan pada jalur impor dan ekspor. Teknologi pemindaian ini ditujukan untuk mendukung pemeriksaan kepabeanan yang lebih modern, terintegrasi, dan efisien.
Kerja sama penyediaan dan pengoperasian container scanner ditandatangani pada Jumat (25/9/2026). Kolaborasi tersebut mencakup penyediaan perangkat, sistem pendukung, integrasi teknologi informasi, pemeliharaan peralatan, serta petugas pendukung operasional.
Fasilitas ini mendukung pelaksanaan pemeriksaan kontainer oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sekaligus membantu pengawasan terhadap barang yang masuk dan keluar melalui kawasan pelabuhan.
Direktur Utama PT Pelindo Sinergi Lokaseva Faruq Hidayat mengatakan, penggunaan teknologi pemindai peti kemas merupakan bentuk sinergi antar-entitas Pelindo Group dalam meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan.
“Melalui kerja sama dengan TPS, kami berupaya menghadirkan dukungan teknologi pemindai yang terintegrasi dengan sistem dan tata kelola yang baik,” ujar Faruq dalam keterangan tertulisnya, Selasa (29/9/2026).
Menurut Faruq, penerapan teknologi tersebut sejalan dengan transformasi Pelindo yang mencakup digitalisasi, modernisasi fasilitas, keselamatan, serta peningkatan kualitas pelayanan.
Ia mengatakan, pengembangan fasilitas pendukung pelabuhan juga diarahkan untuk menciptakan proses layanan yang transparan, akuntabel, dan memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan.
Sementara itu, Direktur Utama PT Terminal Petikemas Surabaya Ali Sodikin mengatakan, keberadaan container scannermerupakan bentuk dukungan TPS terhadap pelaksanaan tugas negara di bidang pengawasan kepabeanan.
Sebagai operator terminal petikemas di kawasan pabean, TPS memiliki tanggung jawab menyediakan fasilitas yang mendukung pemeriksaan barang oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
“Kehadiran dua unit container scanner ini merupakan wujud komitmen kami dalam menyediakan fasilitas yang mendukung pengawasan yang lebih efektif, akurat, dan transparan, tanpa mengurangi kelancaran proses logistik di pelabuhan,” kata Ali.
Ali berharap pemanfaatan teknologi tersebut dapat memperkuat keamanan rantai pasok dan meningkatkan kepercayaan pengguna jasa terhadap layanan kepelabuhanan.
Penyediaan dua container scanner di TPS menambah fasilitas pendukung pelabuhan yang dioperasikan PSL di sejumlah wilayah strategis, termasuk Jakarta, Surabaya, Semarang, dan Medan.
PSL merupakan anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak dalam pengelolaan fasilitas pendukung pelabuhan, akses pelabuhan, properti, dan pengembangan marina.
Sementara itu, TPS merupakan anak usaha PT Pelindo Terminal Petikemas yang menyediakan layanan terminal petikemas, khususnya untuk kegiatan ekspor dan impor.
TPS juga menjadi terminal pertama di Indonesia yang menerapkan standar keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan berdasarkan International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code sejak Juli 2004.
Editor : Abdullah M Surjaya
Artikel Terkait
