Orasi Ilmiah Soroti Tantangan AI dan Kepemimpinan Masa Depan
Rangkaian wisuda turut diisi orasi ilmiah oleh Analis Kebijakan Utama Bidang Jianbang Lemdiklat Polri Irjen Pol Andry Wibowo dengan tema “Membangun Generasi Unggul, Berintegritas, Prediktif, dan Berkarakter: Menyiapkan Pemimpin Masa Depan yang Tangguh di Era Transformasi Global.”
Dalam orasinya, Andry mengingatkan bahwa pendidikan tidak hanya bertujuan menghasilkan ijazah atau gelar, melainkan membentuk manusia yang mampu berpikir, mengambil keputusan, bekerja, dan bertanggung jawab atas pilihannya.
Ia menilai generasi muda saat ini menghadapi tantangan kompleks, mulai dari disrupsi teknologi, kecerdasan buatan, otomatisasi, ancaman siber, penyebaran hoaks, perundungan, hingga menurunnya kepedulian sosial.
“Pintar saja tidak lagi cukup; kita butuh generasi yang utuh,” tegasnya.
Menurut Andry, kecerdasan buatan akan mengubah cara manusia belajar, bekerja, menganalisis informasi, hingga mengambil keputusan. Perkembangan machine learning, deep learning, dan generative AI membuka peluang besar, namun tetap memerlukan tanggung jawab manusia.
“AI dapat membantu manusia, tetapi manusia tetap harus menentukan tujuan, nilai, batas, dan pertanggungjawaban penggunaannya,” ujarnya.
Ia menegaskan mahasiswa tidak perlu takut terhadap AI, tetapi juga tidak boleh menyerahkan seluruh kemampuan berpikir kepada teknologi. AI harus dimanfaatkan untuk memperluas kemampuan manusia, bukan menggantikan tanggung jawab berpikir.
Andry juga menekankan empat fondasi penting generasi masa depan, yakni unggul, berintegritas, prediktif, dan berkarakter. Keempat aspek tersebut dinilai menjadi modal utama untuk menghadapi perubahan global sekaligus memastikan kemajuan teknologi tetap berpihak pada nilai kemanusiaan.
Editor : Wahab Firmansyah
Artikel Terkait
