JAKARTA, iNewsBekasi.id– Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menyoroti kecelakaan yang menewaskan dua pelajar di Jalan Sutera Utama, Serpong Utara, Tangerang Selatan (Tangsel). Dia meminta polisi memproses pihak-pihak yang terbukti terlibat sesuai hukum dan tidak membiarkan kasus tersebut berakhir tanpa konsekuensi pidana.
Kecelakaan tragis itu diduga terjadi saat korban berupaya menghindari sekelompok pelajar yang membawa senjata tajam. Polisi telah menangkap tiga pelajar SMK Yadika 4 Ciledug yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.
Dari tangan para pelajar, polisi menyita sejumlah senjata tajam berupa celurit, arit, dan golok. Sahroni menegaskan, penanganan kasus harus dilakukan secara serius mengingat insiden tersebut mengakibatkan hilangnya dua nyawa.
“Saya minta polisi menindak tegas para pelaku. Jangan cuma ditangkap sebentar lalu dilepaskan. Harus ada konsekuensi pidana yang tegas agar memberikan efek jera. Karena ini sudah bukan kenakalan biasa, apalagi sampai ada korban jiwa. Kalau penanganannya lembek, saya khawatir kejadian serupa akan terus berulang dan menimbulkan korban jiwa tak bersalah lainnya,” ujar Sahroni dalam keterangannya, Senin (12/10/2026).
Menurut Sahroni, tindakan membawa senjata tajam dan melakukan kekerasan bukan lagi sekadar kenakalan remaja. Dia meminta kepolisian mengusut keterlibatan setiap pihak berdasarkan bukti dan ketentuan hukum yang berlaku.
Selain mendesak kepolisian bertindak tegas, Sahroni meminta pihak sekolah dan orang tua turut bertanggung jawab dalam mengawasi perilaku para pelajar yang terlibat.
Dia menilai tindakan kekerasan yang berujung pada hilangnya nyawa tidak hanya membahayakan masyarakat, tetapi juga mencoreng nama baik keluarga dan institusi pendidikan.
Editor : Wahab Firmansyah
Artikel Terkait
