JAKARTA, iNewsBekasi.id– Pemerintah melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang peternakan, PT Berdikari, mengimpor kerbau hidup dari Australia untuk menambah pasokan protein hewani dengan harga yang lebih terjangkau. Langkah ini dilakukan di tengah tingginya harga sapi hidup.
Impor kerbau hidup tersebut menjadi langkah baru bagi PT Berdikari dalam memperluas portofolio bisnis peternakan sekaligus mendukung ketersediaan pasokan daging di dalam negeri.
“Ini kali pertama Berdikari mendatangkan kerbau hidup dari Australia, ini merupakan portofolio baru sehingga tantangan ke depan berdikari selain mendatangkan bisa mengembangkan,” kata General Manager Ruminansia Business PT Berdikari (Persero), Akhmad Johari, dalam keterangannya yang dikutip Selasa (13/10/2026).
Akhmad menjelaskan, impor kerbau hidup dari Australia tidak ditujukan untuk menggantikan sapi maupun mengesampingkan produksi peternak lokal. Sebaliknya, kerbau diharapkan menjadi komoditas tambahan yang dapat melengkapi pasokan daging nasional.
Kehadiran kerbau impor juga diharapkan membantu menjaga keseimbangan pasar protein hewani. Dengan demikian, masyarakat memiliki alternatif sumber protein selain daging sapi, sementara produksi peternak dalam negeri tetap menjadi fondasi ketahanan pangan nasional.
Langkah ini menjadi salah satu upaya untuk memperluas pilihan pasokan daging di tengah tingginya harga sapi hidup. Namun, dampaknya terhadap harga daging di tingkat konsumen akan bergantung pada ketersediaan pasokan dan kondisi pasar.
Editor : Wahab Firmansyah
Artikel Terkait
