Pabrik Tramadol Ilegal di Bandung Digerebek, Sahroni: Cari Sumber Bahan Bakunya Sampai Ketemu!

Wahab Firmansyah
Kapolda Jabar Irjen Pol Hengki menunjukkan mesin pembuat Tramadol dan Heximer di pabrik obat keras dalam kompleks pergudangan Bizpark, Kopo, Bandung. (Foto: Humas Polda Jabar).

JAKARTA, iNewsBekasi.id- Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mendesak kepolisian mengusut sumber bahan baku pabrik obat keras ilegal yang digerebek di Kompleks Pergudangan Bizpark, Jalan Raya Kopo, Bandung, pada Minggu (18/10/2026). Sahroni menduga pabrik tersebut berkaitan dengan jaringan besar peredaran obat-obatan berbahaya.

Dalam penggerebekan yang dilakukan Satres Narkoba Polrestabes Bandung itu, polisi menyita bahan baku yang diperkirakan mampu memproduksi hingga 250 juta butir obat berbahaya. Petugas juga mengamankan lima orang tersangka.

Saat pengungkapan kasus, petugas mendapati tersangka tengah membawa 600.000 butir pil Hexymer siap edar yang dikemas dalam kotak berwarna hijau menuju Jakarta.

Menanggapi temuan tersebut, Sahroni meminta aparat kepolisian menelusuri asal-usul bahan baku yang digunakan untuk memproduksi obat keras ilegal tersebut. Menurutnya, kapasitas produksi dalam jumlah besar mengindikasikan adanya kemungkinan keterlibatan jaringan yang lebih luas.

“Pabrik tramadol di Bandung ini bukan lagi skala home industry, tapi ini sudah skala besar. Maka saya minta polisi usut sumber bahan bakunya, dari mana mereka dapatkan? Karena ini jelas bukan jumlah yang sedikit," kata Sahroni dalam keterangannya, Senin (19/10/2026).

Editor : Wahab Firmansyah

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network