BEKASI, iNewsBekasi.id– Wali Kota Bekasi Tri Adhianto berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membantu pembangunan dua jembatan layang atau flyover di Kota Bekasi, yakni di kawasan Kemang Pratama dan Simpang Pasar Bantargebang.
Namun, usulan pembangunan dua flyover tersebut belum masuk dalam dokumen perpanjangan kerja sama pengelolaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang antara Pemkot Bekasi dan Pemprov DKI Jakarta untuk lima tahun ke depan.
Tri Adhianto mengatakan, pembangunan dua flyover itu masih menjadi harapan Pemkot Bekasi. Meski demikian, realisasinya perlu mempertimbangkan kemampuan fiskal Pemprov DKI Jakarta.
"Jadi ada faktor efisiensi pada saat kemudian jembatan layang itu kemudian bisa dibangun, dan ini masih menjadi harapan tentunya, walaupun tidak termaktub dalam konsep kerja sama MoU yang ada, karena tentu kita melihat kemampuan fiskal dari Pemerintah DKI Jakarta," kata Tri di Balai Kota Jakarta setelah penandatanganan pembaruan perjanjian kerja sama pengelolaan TPST Bantargebang, Senin (26/10/2026).
Meski belum tercantum dalam dokumen kesepakatan terbaru, Tri berharap pembangunan flyover Kemang Pratama dan Pasar Bantargebang tetap dapat dipertimbangkan dalam penyesuaian kerja sama pengelolaan TPST Bantargebang pada masa mendatang.
Menurutnya, kedua lokasi tersebut membutuhkan penanganan untuk mengurai kemacetan yang terjadi di persimpangan sebidang. Selain dilalui masyarakat, jalur tersebut juga menjadi bagian dari akses kendaraan pengangkut sampah dari Jakarta menuju TPST Bantargebang.
"Makanya kita dua jalan ini adalah kita untuk menghindari terkait dengan simpang sebidang, ya, yang satu yang ada di Perumahan Kemang Pratama, yang satu ada di Pasar Bantargebang," tuturnya.
Tri menilai, pembangunan dua jembatan layang tersebut dapat membantu memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung kelancaran perjalanan truk pengangkut sampah.
Selain mengurangi hambatan perjalanan, keberadaan flyover juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional kendaraan, termasuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
"Artinya bahwa proses perjalanannya lebih panjang lebih lancar, juga pemakaian terkait dengan BBM pun juga sebetulnya bisa diminimalisasi. Jadi ada faktor efisiensi pada saat kemudian apa, jembatan layang itu kemudian bisa dibangun," ucap Tri.
Usulan pembangunan dua flyover di Kota Bekasi tersebut sebelumnya telah disampaikan Tri Adhianto dalam pembahasan kerja sama antara Pemkot Bekasi dan Pemprov DKI Jakarta pada Juni 2025.
Saat itu, Tri menyebut pembangunan kedua jembatan layang menjadi salah satu agenda yang dibahas bersama Gubernur DKI Jakarta.
“Ya ini kan tadi saya sudah sampaikan bahwa itu adalah salahsatu agenda yang waktu itu saya bertemu dengan Pak Gubernur,” ujar Tri kepada awak media seusai rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Bekasi, Kamis (12/6/2025).
Tri juga memperkirakan kebutuhan anggaran pembangunan masing-masing flyover mencapai Rp200 juta hingga Rp300 juta.
Pemkot Bekasi berharap usulan tersebut tetap mendapat perhatian Pemprov DKI Jakarta, mengingat pembangunan flyover Kemang Pratama dan Simpang Pasar Bantargebang dinilai berpotensi membantu mengatasi kemacetan sekaligus memperlancar aktivitas warga dan operasional pengangkutan sampah.
Editor : Wahab Firmansyah
Artikel Terkait
