JAKARTA, iNewsBekasi.id – Penggunaan listrik yang tidak efisien dapat meningkatkan biaya operasional perusahaan. Namun, besarnya tagihan bulanan belum tentu cukup untuk menunjukkan sumber pemborosan, mulai dari ketidakstabilan tegangan hingga beban listrik yang tidak seimbang.
Pemantauan parameter kelistrikan secara terukur menjadi salah satu cara untuk mengidentifikasi persoalan tersebut. Data konsumsi listrik dapat membantu perusahaan mengevaluasi penggunaan energi dan menentukan langkah efisiensi sesuai kondisi di lapangan.
Direktur Utama PLN Icon Plus, Chipta Perdana, mengatakan perusahaan menghadirkan layanan Power Meter untuk membantu pelanggan memantau kondisi dan penggunaan daya listrik secara lebih terukur.
"Solusi ini mencakup tiga komponen utama, yaitu Device Power Meter, Monitoring Dashboard, serta layanan instalasi dan pemeliharaan," kata Chipta dalam keterangannya, Kamis (29/10/2026).
Power Meter merupakan solusi pemantauan energi listrik yang menggabungkan perangkat pengukuran, dashboard pemantauan, serta dukungan instalasi dan pemeliharaan.
Perangkat ini dapat memantau sejumlah parameter kelistrikan, meliputi tegangan, arus, frekuensi, daya aktif (active power), daya reaktif (reactive power), dan daya semu (apparent power).
Daya aktif merupakan daya yang digunakan untuk menjalankan peralatan listrik. Sementara itu, daya reaktif berkaitan dengan pembentukan medan magnet atau listrik pada peralatan tertentu. Meski tidak menghasilkan kerja berguna secara langsung, daya reaktif tetap memengaruhi sistem kelistrikan. Adapun daya semu menggambarkan total daya berdasarkan tegangan dan arus.
Informasi tersebut dapat digunakan untuk memahami pola konsumsi energi di gedung, fasilitas industri, maupun area operasional perusahaan.
Selain perangkat pengukuran, layanan Power Meter dilengkapi Monitoring Dashboard yang menyajikan data kelistrikan secara lebih informatif. Data tersebut dapat digunakan untuk memantau kondisi listrik, mengevaluasi beban, dan mengidentifikasi pola penggunaan energi.
Chipta mengatakan, ketersediaan data yang lebih transparan dapat membantu perusahaan menentukan bagian operasional yang perlu dievaluasi.
"Dengan informasi yang lebih transparan, perusahaan dapat mengetahui titik penggunaan energi yang perlu mendapat perhatian, melakukan evaluasi terhadap beban listrik, serta menyusun langkah efisiensi berdasarkan data aktual," ujarnya.
Melalui pemantauan tersebut, perusahaan diharapkan dapat mengidentifikasi penggunaan energi yang kurang optimal. Hasil evaluasi selanjutnya dapat menjadi bahan pertimbangan untuk memperbaiki pengelolaan beban listrik dan menekan potensi pemborosan.
Pengelolaan energi berbasis data memungkinkan perusahaan mengambil keputusan berdasarkan kondisi kelistrikan yang terukur, bukan hanya mengandalkan angka tagihan bulanan.
Chipta menuturkan, pemanfaatan Power Meter dapat menjadi langkah awal untuk membangun sistem pengelolaan energi yang lebih terarah.
"Data yang dihasilkan tidak hanya berfungsi sebagai alat monitoring, tetapi juga membantu perusahaan mengambil keputusan yang lebih tepat untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperoleh kendali yang lebih baik atas penggunaan energi di lingkungan operasionalnya," tuturnya.
Meski demikian, manfaat efisiensi tetap bergantung pada tindak lanjut atas hasil pemantauan. Data yang terkumpul perlu dianalisis agar perusahaan dapat menentukan langkah perbaikan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kelistrikannya.
Editor : Wahab Firmansyah
Artikel Terkait
