Pemerintah Beri 7 Paket Insentif Libur Nataru 2026, dari Bantuan Beras hingga Tiket Pesawat

Anggie Ariesta
Pemerintah menyiapkan insentif ekonomi jelang libur Nataru 2026/2027. Foto: Istimewa

JAKARTA, iNewsBekasi.id - Pemerintah menyiapkan sederet insentif ekonomi menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027. Program tersebut mencakup bantuan sosial, subsidi pekerja, pembukaan rekening gratis, hingga potongan biaya transportasi untuk meringankan pengeluaran masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan paket stimulus tersebut dirancang untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi selama periode libur akhir tahun.

Percepatan penyaluran insentif juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga pertumbuhan ekonomi nasional sesuai target APBN 2026 sebesar 5,4 persen. Hingga kuartal III 2026, pertumbuhan ekonomi secara kumulatif tercatat mencapai 5,45 persen.

Salah satu program yang disiapkan adalah pembukaan rekening perbankan tanpa biaya dengan saldo awal Rp50 ribu. Fasilitas ini diperuntukkan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) berusia minimal 17 tahun yang masuk kelompok desil 1 hingga 4.

Program tersebut ditargetkan menjangkau 25,16 juta penduduk dan direncanakan terlaksana sebelum penghujung 2026.

"Rekening gratis masih dalam pematangan. Dalam dua bulan ini akan direalisasikan," kata Airlangga di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis (5/11/2026).

Kedua, penyaluran bantuan pangan berupa beras sebanyak 10 kilogram per keluarga setiap bulan bagi 33,24 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada desil 1 hingga 4 untuk periode Oktober hingga Desember 2026.

Ketiga, penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) senilai total Rp900.000 atau Rp300.000 per bulan selama tiga bulan yang dibayarkan sekaligus. Bantuan ini diberikan kepada 13,3 juta pekerja yang berpenghasilan maksimal Rp3,5 juta atau di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP).

Di sektor mobilitas, pemerintah memberikan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100 persen untuk tiket pesawat kelas ekonomi rute domestik.

Fasilitas insentif PPN ini menyasar 3,75 juta penumpang dengan tanggal keberangkatan 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027. Insentif tersebut berlaku untuk pembelian tiket mulai 20 Oktober 2026.

Insentif untuk moda transportasi darat mencakup kereta api dengan potongan harga tiket sebesar 30 persen untuk kelas ekonomi komersial di wilayah Jawa dan Sumatra Utara. Program ini ditargetkan menjangkau 1,04 juta penumpang untuk periode perjalanan 22 Desember 2026 hingga 4 Januari 2027.

Sementara itu, untuk transportasi laut, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) memberikan diskon tarif dasar sebesar 30 persen untuk kelas ekonomi pada seluruh rute kapal penumpang. Insentif ini ditargetkan menjangkau 414.000 penumpang untuk periode perjalanan 17 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.

Adapun untuk penyeberangan, ASDP memberikan pembebasan 100 persen tarif jasa pelabuhan bagi pejalan kaki dan kendaraan golongan II/IVA di 14 pelabuhan penyeberangan. Program ini menyasar 1,42 juta pengguna.

"Kemudian tarif jasa pelabuhan (untuk pejalan kaki dan kendaraan golongan II/IVA) yang digratiskan oleh ASDP di 14 pelabuhan untuk 1,42 juta orang periodenya 22 Desember 2026 sampai dengan 10 Januari 2027," ucap dia.

Editor : Tedy Ahmad

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network