get app
inews
Aa Read Next : Viral Pengendara Arogan di Jalan, Sahroni: Polisi Harus Galak!

Caleg Terpilih Terlibat Kasus Narkoba 70 Kg, Sahroni: Apa Enggak Malu Sama Masyarakat?

Senin, 27 Mei 2024 | 15:16 WIB
header img
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Foto/Istimewa

BEKASI, iNewsBekasi.id- Komisi III DPR RI mengapresiasi Dittipidnarkoba Bareskrim Polri yang menangkap Caleg DPRD Kabupaten Aceh Tamiang berinisial S terkait perkara tindak pidana narkoba. S diketahui masuk daftar pencarian orang (DPO) perkara narkoba dengan barang bukti sabu seberat 70 kg, dan yang bersangkutan menang pada Pemilu 2024.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menilai dalam kasus ini terlihat polisi tidak tebang pilih dalam memberantas para pelaku peredaran narkoba.

“Apresiasi kinerja Bareskrim Polri yang tegas dan tidak pandang bulu dalam menangkap pelaku peredaran narkoba. Harus selalu seperti ini, meski pelakunya itu oknum politisi, oknum pejabat, hingga oknum aparat sekali pun. Tidak boleh ada ketakutan. Ketahuan, terbukti, sikat. Karena mereka ini yang jelas-jelas punya tanggung jawab menjaga generasi bangsa, tapi malah merusaknya dengan keegoisan pribadi,” kata Sahroni kepada wartawan, Senin (27/5/2024).

Namun, politikus Partai Nasdem yang juga dikenal keras terhadap pemberantasan narkoba ini mengaku miris mendengar hal ini bisa terjadi. Pasalnya, seorang caleg seharusnya bisa memberi contoh yang baik kepada masyarakat, terutama kepada para pemilihnya.

“Tapi miris sekali sebenarnya kalau melihat kasus narkoba seperti ini, terutama karena pelakunya oknum caleg terpilih. Apa enggak malu sama masyarakat dapilnya? Kan seharusnya dia memberi contoh perilaku yang baik. Ya tapi ada baiknya kalau oknum seperti ini ketangkap sebelum dilantik. Karena tidak kebayang potensi abuse of power yang akan dia lakukan nantinya,” ujarnya.

Sahroni menuturkan, para oknum yang tidak amanah ini pula yang kerap membuat citra perwakilan rakyat buruk di mata masyarakat.

“Nah oknum begini-begini lah yang buat citra perwakilan rakyat kadang jadi jelek di mata masyaeakat. Jabatan dipakai cuma buat cari akses dan keuntungan pribadi,” ucapnya.

Editor : Wahab Firmansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut