Mengejutkan! Analis Medsos Drone Emprit Sebut Shin Tae-yong Didukung Buzzer

JAKARTA, iNewsBekasi.id- Analis Media Sosial Drone Emprit, Slovenia Istiani menyampaikan hasil riset yang mengejutkan terkait eks pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong (STY). Juru taktik asal Korea Selatan tersebut diketahui didukung buzzer.
Hal itu ditandai salah satunya tagar #STYstay imbas pelatih tersebut dipecat dari Timnas Indonesia, pada 6 Januari 2025. Slovenia Istiani mengatakan, pembicaraan media sosial terbagi tiga kategori menanggapi pemecatan STY, yakni kategori pro, kontra, dan narasi media dan akun info.
Isu tentang pelatih berusia 54 tahun itu diberitakan dalam 6.090 artikel dan 18.156 mentions, serta dibicarakan di media sosial sebanyak 14.478 mention.
Sentimen positif terhadap STY di media sosial dan media online berkat pelatih asal Korea Selatan itu meningkatkan performa Timnas Indonesia dalam beberapa ajang.
Namun, dia menyoroti ada tagar #STYstay yang cukup masif di media sosial X karena selain dicuitkan akun organik dan publik juga tagar ini dilakukan akun bot.
"Ada akun yang kami tangkap polanya sama. Tidak hanya di Twitter (X), tagar terorganisir ini banyak ditemukan di Instagram. Akun ini tidak bicara konteks, tapi lebih ke ampifikasi cuitan atau postingan, dia retweet atau komen untuk menaikkan engagement. Mereka tidak menyampaikan informasi yang kontekstual seperti akun-akun besar atau akun-akun influencer,” kata Slovenia dalam rilis riset di Jakarta, Kamis (30/1/2025).
Dia menuturkan, tagar #STYout beberapa waktu lalu karena ketidakpuasan publik atas kegagalan Timnas Indonesia dalam Piala AFF 2024. Sebab, Skuad Garuda gugur dalam fase grup.
"Untuk tagar #STYout itu, itu ada dari akun publik secara umum yang memang melihat kinerja Shin Tae-yong tidak cukup memuaskan. Jadi, mereka setuju dengan pendapat Erick Thohir, kemudian mereka mengamplifikasi statement Erick Thohir bahwa ada masalah komunikasi antara Shin Tae-yong dengan para pemain, seperti itu," tuturnya.
Sementara itu, Founder Football Institute Budi Setiawan mengatakan, dari riset ini membuktikan tagar #STYstay itu menggunakan buzzer. Menurutnya, ada motif tertentu di balik ramainya cuitan dukungan STY yang dipecat dari kursi pelatih Timnas Indonesia.
"Padahal sudah dijelaskan, ini soal pertimbangan (pemecatan) tapi masih ramai, itu patut dicurigai ada yang create (di media sosial)," kata Budi.
Dia menilai keputusan PSSI memecat STY adalah langkah tepat. Budi berharap iklim sepak bola di Indonesia diharapkan bisa kembali sehat.
"PSSI mengambil kebijakan tepat dan berani atau tidak populis dengan menghentikan kontrak Shin Tae-yong di tengah jalan. Terlepas dari berbagai pertimbangan, dan ini diharapkan mengembalikan iklim suporter sepak bola sehat," ucapnya.
Editor : Wahab Firmansyah