get app
inews
Aa Text
Read Next : Intip Kesuksesan Papa Zola The Movie, Digarap 3 Tahun dengan Biaya Rp84 Miliar

Awi Suryadi Tuntaskan Danur: The Last Chapter dengan Visual Berkualitas: Kayak Syuting 2 Film

Selasa, 13 Januari 2026 | 06:33 WIB
header img
Sutradara Awi Suryadi menaikkan standar produksi Danur: The Last Chapter. Foto: Istimewa

JAKARTA, iNewsBekasi.id - Sutradara Awi Suryadi menaikkan standar produksi film Danur: The Last Chapter. Tidak hanya menjanjikan kualitas visual dengan format Imax, juga menghadirkan proses produksi yang jauh lebih panjang dan kompleks dibanding film-film sebelumnya.

Awi Suryadi mengatakan demi mencapai standar visual yang diinginkan dan memenuhi ekspektasi produser, proses pengambilan gambar memakan waktu hampir sembilan bulan dengan berbagai sesi tambahan.

"Seberat apa? Ini Bapak (Manoj) ekspektasinya terlalu tinggi! Lebih tinggi daripada harapan orangtua," kata Awi dengan canda.

Orang nomor satu di belakang layar yang sukses menekukani film horor ini kemudian mengungkap produksi yang panjang dan melelahkan. Bahkan, Awi mengatakan jika syuting Danur: The Last Chapter ini serasa menggarap dua film.  

"Saya mulai syuting Danur Februari, tebak kapan kelarnya? Oktober. Bayangin. Day one Februari, day last itu Oktober. Benar-benar rasanya kayak syuting dua film," tuturnya. 

Sutradara yang sukses menukani KKN di Desa Penari ini menjelaskan bahwa durasi panjang ini bukan karena syuting ulang akibat kesalahan, melainkan additional shoot atau syuting tambahan untuk menyempurnakan detail visual dan cerita. Pasalnya, Awi mendapat tantangan jika Danur: The Last Chapter ini tidak dibandingkan dengan Danur 3, melainkan harus melampaui standar visual film sebelumnya, yakni Badarawuhi.

"Nah ini dia, curangnya Bapak (Manoj) ini adalah dibandinginnya itu bukan sama Danur 3, dibandinginnya sama film terakhir saya, Badarawuhi. Jadi kayak sudah naik lagi gitu ekspektasinya," ucap Awi.

Para pemain pun merasakan Danur: The Last Chapter berbeda. Salah satunya dari segi proses syuting. Zee Asadel yang berperan sebagai Riri (adik Risa) versi dewasa mengaku film horor ini menguras fisik. Dia menyebutnya sebagai proyek terberat yang pernah dijalani.

"Mungkin syuting pertama aku yang pakai sling-nya tuh agak banyak gitu. Jadi buat aku experience banget," ujar mantan personel JKT48 ini.

Sementara, Prilly Latuconsina yang menjadi Risa Saraswati sebagai karakter ikonik Danur ini merasakan perannya itu memberi dampak pada dirinya. Bahkan, demi menjaga karakternya sebagai Risa, Prilly memilih untuk tidak menerima tawaran film horor lain selama 10 tahun terakhir.

"Sepuluh tahun di horor benar-benar cuma karakter Risa doang dan enggak menyesal sama sekali. Karena aku cinta sama karakter Risa dan aku bangga juga kalau ketemu sama orang, orang manggil aku Risa," kata Prilly. 

Namun, tantangan terbesar Prilly di babak akhir ini adalah menyatukan logika aktingnya dengan pengalaman supranatural Risa yang asli. Artis 29 tahun ini pun banyak berdiskusi dengan Awi Suryadi, khususnya dalam menentukan reaksi yang tepat saat Risa bertemu hantu, mengingat Risa dikisahkan sudah berteman hantu sejak kecil.

"Kadang tuh kalau baca skrip aku tuh bingung reaksi Risa kalau ketemu sama hantu tuh harus seperti apa gitu. Karena kan Teh Risa sudah biasa berkomunikasi dengan mereka dari dulu. Gimana cara nahan takutnya? Nah aku kan enggak punya pengalaman yang sama kayak Teh Risa," tutur Prilly.

Film garapan MD Pictures yang akan tayang pada Lebaran 2026 ini mengisahkan Risa yang sudah dewasa dan mulai menjalani kehidupan normal tanpa kemampuan melihat teman-teman hantunya (Peter CS).

Namun, sebuah teror baru yang lebih kelam dan berkaitan dengan aroma kematian memaksa Risa untuk kembali menghadapi dunia yang selama ini ingin dia tinggalkan.

Founder dan CEO MD Entertainment Manoj Punjabi pun siap mengakiri kisah Danur. Untuk itu, dia membuat Danur: The Last Chapter ini tidak sekadar tontonan biasa. Bukan saja ceritanya, tetapi pembuktian kualitas produksi.

"Perjalanannya kayak Anda tahu juga kalau IMAX itu namanya harus berkualitas. Kami sudah membuktikan film-filmnya yang berkualitas. Jadi dari gambar, dari suara, dari technical aspect, storytelling, sangat menjanjikan," ujar dia.

Editor : Tedy Ahmad

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut